• News

  • Peristiwa

Musni: Kekuatan FPI dan HRS Ingin Diruntuhkan Pakai TNI-Polri, Kita Harus Cegah

Musni: Kekuatan FPI dan HRS ingin diruntuhkan pakai TNI-Polri.
Truly Islam
Musni: Kekuatan FPI dan HRS ingin diruntuhkan pakai TNI-Polri.

JAKARTA, NRTRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar berpendapat, Front Pembela Islam (FPI) adalah ormas yang berjuang menegakkan kebenaran dan melarang yang salah (amar makruf nahi mungkar).

Menurut Musni, karena FPI giat melakukan nahi munkar, membuat ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu dibenci oleh orang yang melakukan kejahatan dan kemungkaran.

"Dari berbagai organisasi yang giat melakukan nahi munkar, yang paling menonjol hanya FPI. Oleh karena itu dia dibenci oleh mereka yang melakukan berbagai kejahatan, kemungkaran dan ketidakbenaran, termasuk juga Habib Rizieq dibenci," kata Musni di akun YouTube-nya, dilihat netralnews.com, Senin (23/11/2020).

Meski ada yang membenci, Musni mengklaim yang mencintai FPI dan Habib Rizieq jauh lebih banyak. Pecinta FPI dan HRS, lanjutnya, adalah pendukung senyap 'silent majority' yang selama ini diam karena tidak punya kekuasaan dan memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi.

"Tetapi dalam realitas kita menyaksikan yang menyukai dan senang itu jauh lebih banyak, berjuta-juta orang yang senang, tetapi mereka itu silent majority, mereka banyak tapi diam, mereka tidak punya kekuasaan, mereka umumnya tidak mempunyai ekonomi yang kuat, mereka itu termarjinalisasi, mereka terpinggirkan, itu sebagian besar," ujarnya.

"Tapi banyak orang-orang yang menginginkan diwujudkannya nahi munkar itu. Orang-orang yang ingin melihat Indonesia ini maju, sejahtera, adil dan ditegakkan kebenaran," sambung Musni.

Musni berpendapat, karena banyaknya dukungan kepada perjuangan FPI yang terdepan dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar, membuat sejumlah pihak merasa terusik sehingga menggunakan kekuatan TNI-Polri untuk meruntuhkan kekuatan Habib Rizieq dan FPI.

"Oleh karena itu, kekuatan FPI ini dan Imam Besar Habib Rizieq ingin diruntuhkan dengan menggunakan kekuatan-kekuatan yang paling ampuh untuk menghancurkan adalah TNI. Selain TNI itu Polri," ungkapnya.

Upaya meruntuhkan FPI dan HRS ini, kata Musni, harus dicegah. Sebab, jika terjadi reaksi keras dari masyarakat yang membela HRS dan FPI, maka hal itu bisa mengakibatkan terjadinya konflik sesama anak bangsa.

"Oleh karena itu kita harus mencegah hal itu. Karena ini kalau dilakukan terus-menerus maka akan muncul reaksi keras dari masyarakat dan kita ribut, kita bentrok dan berkelahi di antara kita," ucap dia.

Padahal, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu mengatakan, dalam kondisi Indonesia seperti sekarang ini yang dilanda wabah Covid-19, diperlukan persatuan antar seluruh elemen bangsa.

"Karena kita mengalami krisis kesehatan, 
pandemi Covid-19 ini belum ada tanda-tanda akan berakhir, tidak hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia. Dan ini bahaya mengancam kita, dampaknya itu ekonomi kita sudah runtuh, sudah hancur, banyak orang miskin, orang susah, banyak pengangguran, dan ini menimbulkan masalah besar," paparnya.

"Negara juga mengalami kesulitan yang luar biasa. Sebelum terjadi Covid-19 ini sudah banyak utang, dan ketika terjadi Covid dijadikan alasan untuk berutang dan berutang, dan ini menimbulkan persoalan besar tidak hanya kepada kepada masyarakat, kepada bangsa, tetapi juga kepada negara kita," jelas Musni.

Karenanya, Musni berharap agar elit politik serta pimpinan TNI-Polri menyadari pentingnya persatuan dengan masyarakat
untuk embangun Indonesia yang maju, adil dan sejahtera serta berkeadaban.

"Oleh karena itu menghadapi situasi yang tidak mudah ini, senjata kita adalah bersatu. Pertolongan itu akan hadir kalau kita bersama-sama, kalau kita berjamaah, kalau kita bersatu," imbuhnya.

"Moga-moga para elit, pimpinan TNI, Polri menyadari pentingnya bersatu dengan masyarakat, bersatu untuk membangun Indonesia yang maju, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang adil dan berkeadaban," pungkas Musni. 



Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani