• News

  • Peristiwa

Hasil Periksa Lab Anda Non Reaktif, Tapi Mual dan Diare,Hati-hati Covid-19 Menyerang Tubuh

Waspadai diaere berkepanjangan pada anak.
Halo Doc
Waspadai diaere berkepanjangan pada anak.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketika Anda melihat hasil laboratorium anak dan dinyatakan ada kata reaktif dan non reaktif, jangan senang dulu. Non reaktif bisa saja ada Covid-19 ketika dites usap. Apalagi ada kata reaktif, sebaiknya segerakan tes PCR atau antigen.

Gejala Covid-19 tidak lagi hanya pada masalah penciuman yang terganggu, sakit kepala, batuk atau demam berkepanjangan. Mual dan sering diare juga patut diwaspadai sebagai awal gejala awal kalau anak Anda terpapar virus corona.

Dilansir dari laman Halo Doc, dr Rizal Fadli menyebutkan infeksi COVID pada anak merupakan kasus yang cenderung jarang dialami. Meski demikian, orang tua perlu mengetahui apa saja sejumlah gejala virus corona pada anak. Dengan mengetahui gejala virus corona pada anak, ibu dapat langsung sigap dalam memberikan pengobatan, agar sejumlah komplikasi berbahaya tidak muncul.

Baru-baru ini ditemukan beberapa gejala tambahan COVID pada anak, salah satunya adalah sakit perut. Seperti yang telah diketahui bersama, virus corona merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan pengidapnya.

Lantas, apa saja gejala virus corona tambahan lainnya? Apa saja hal-hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah anak terhindar dari infeksi ini?

"Gejala tambahan COVID pada anak, bukan hanya sakit perut saja. Seperti pada penjelasan sebelumnya, sakit perut telah diidentifikasi sebagai gejala virus corona tambahan. Namun bukan hanya sakit perut saja ternyata, ada dua gejala tambahan lainnya, yaitu diare dan muntah. Ketiga gejala tersebut dialami oleh beberapa anak-anak pengidap infeksi virus corona," tutur Fadli.

Meski dialami oleh beberapa anak, hingga kini pihak layanan kesehatan Inggris (NHS) masih belum meresmikan ketiga gejala tersebut, karena dikhawatirkan para orangtua mengalami rasa panik dan cemas yang berlebihan. Berikut sejumlah gejala yang telah diresmikan oleh NHS, yaitu: Demam,Batuk, Kehilangan indera penciuman, Kehilangan indera perasa.

Mengapa ketiga gejala tersebut belum juga diresmikan? Salah satu alasannya karena ketiganya berpotensi membahayakan nyawa anak-anak, sehingga dikhawatirkan orangtua mengalami kekhawatiran yang berlebihan mengenai hal ini. Apalagi ketiga gejala tersebut merupakan penyakit yang rentan menyerang anak-anak karena sistem imunitas tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna.

Apa yang Bisa dilakukan orangtua untuk mencegah COVID pada anak? Virus corona dapat menyerang siapa saja, tidak terkecuali anak-anak. Nah, disinilah peran orangtua untuk mengajarkan bagaimana langkah-langkah guna mencegah anak terinfeksi virus berbahaya tersebut. Berikut ini sejumlah langkah yang dapat ibu ajarkan pada Si Kecil:

1.Mencuci Tangan
Langkah pertama yang dapat ibu lakukan adalah menerapkan kedisiplinan pada anak perihal mencuci tangan, tentunya sesuai panduan yang jelas, yaitu panduan dari WHO. Ajarkan Si Kecil mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, selama kurang lebih 20 detik. Ajarkan mereka untuk mencuci tangan sesering mungkin, secara teratur.

2.Menggunakan Masker
Hal wajib selanjutnya yang harus dipakai saat pandemi seperti sekarang ini adalah masker. Untuk anak-anak, masker ukuran orang dewasa akan terlalu kebesaran. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu dapat memilih masker dengan ukuran yang pas dengan Si Kecil. Jika terlalu sulit untuk menemukannya secara offline, saat ini banyak sekali online shop yang menyediakan masker berbagai ukuran untuk anak.

3.Makanan Sehat
Memberikan makanan sehat bergizi seimbang menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah infeksi virus corona. Makanan sehat diperlukan guna memperkuat sistem imun tubuh untuk melawan infeksi. Selain memberikan berbagai makanan yang menyehatkan, pastikan makanan yang diberikan pada Si Kecil dimasak dengan kematangan sempurna.

4.Rutin Berolahraga
Sistem imun tubuh yang kuat bukan hanya diperoleh dari makanan sehat saja, tetapi juga rutin berolahraga. Dengan memiliki sistem imun tubuh yang kuat, tubuh dapat dengan sendirinya melawan infeksi. Oleh karena itu, biasakan ibu untuk mengajak anak berolahraga setiap hari, selama 30 menit.

Selain beberapa hal tersebut, ibu juga harus sigap dalam memeriksakan anak ke dokter di rumah sakit terdekat jika ia mengalami sejumlah masalah kesehatan. Jangan dibiarkan begitu saja, deteksi dengan tepat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan dan komplikasi dapat dicegah.


Editor : Sulha Handayani