• News

  • Bisnis

E-Commerce Bahan Baku Plastik Ini Siap Dukung Pengembangan Bisnis UKM

Marketplace khusus bahan baku plastik bisa diakses melalui aplikasi android dan IOS.
Marketplace khusus bahan baku plastik bisa diakses melalui aplikasi android dan IOS.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi COVID-19 telah merubah banyak kebiasaan masyarakat, termasuk dalam hal berbelanja. Saat ini, membeli barang marak dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang pesat.

Fakta ini turut menjadi peluang bagi perusahaan e-commerce business to business (b2b), seperti Tokoplas untuk mengembangkan bisnisnya sekaligus membantu para pengusaha industri plastik terutama segmen Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memperoleh bahan baku.

“Tokoplas menggabungkan seluruh proses bisnis ke dalam satu platform, dengan tujuan untuk membantu para pelaku bisnis, khususnya para pengusaha UMKM, dalam mengakses lebih banyak produk dengan informasi yang transparan dan harga yang kompetitif”, ujar Antoni Gunawan, Direktur Utama Tokoplas

Menurutnya, Tokoplas akan dikembangkan untuk menjadi one stop shopping solution bagi industri plastik, dengan menyediakan kategori produk baru di luar biji plastik jenis polyethylene, polypropylene, polystyrene, dan recycled resin yang telah tersedia saat ini, seperti ABS, PVC, PET, PC, dan lain – lain. 

Selain itu, kata Antoni, Tokoplas sangat mendukung berkembangnya bisnis skala kecil, di mana pelanggan dapat memesan mulai dari 200 kg saja dengan melibatkan pemasok besar yang memiliki reputasi baik. 

Perusahaan juga menggandeng mitra logistik terpercaya dan gudang yang berada di lokasi–lokasi strategis, sehingga memungkinkan pengiriman dengan jangkauan luas ke seluruh Indonesia.

Untuk sistem pembayaran, Antoni menjelaskan, Tokoplas menawarkan banyak pilihan, mulai dari bank transfer, ATM, dan kartu kredit. Pelanggan yang ingin membayar dengan tempo dapat memanfaatkan program pembiayaan Tokoplas melalui berbagai lembaga keuangan yang bermitra dengan Tokoplas

Aplikasi Tokoplas berbasis IOS dan Android yang dapat diunduh dengan mudah dan gratis dari Apple Store atau Google Playstore. 

“Kami ingin membantu para pengusaha UMKM untuk berkembang lebih cepat, dengan memberikan akses berbelanja biji plastik yang hemat waktu, hemat tenaga, hemat pikiran, dan tentunya hemat biaya,“ ujarnya, kepada wartawan, secara virtual di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Ia juga optimistis, industri plastik akan berkembang semakin pesat. Apalagi di saat pandemi, permintaan plastik untuk kemasan meningkat pesat meski di sisi lain, permintaan bahan baku plastik untuk barang lainnya melemah.

Di dalam negeri, kebutuhan bahan baku plastik mencapai 6 juta ton per tahun, sementara produsen dalam negeri hanya mampu memenuhi demand nasional sebesar 1,5 juta ton per tahun dan sisanya diperoleh dari impor. 

Dengan demikian, peluang industri plastik nasional berkembang masih sangat luas. 

Editor : Irawan.H.P