• News

  • Nasional

Gubernur Alex Noerdin Kembali Diperiksa KPK

Gedung KPK
jitunews.com
Gedung KPK

JAKARTA, NETRALNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi perkara dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna di Jakabaring, Palembang.

Alex akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) yang sekarang berganti nama PT Nusa Konstruksi Enjinering, Dudung Purwadi.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka DPW (Dudung Purwadi)," kata Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Indriati di Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Bersama Alex, penyidik juga memanggil Adi Wibowo selaku Direktur Operasi II PT Waskita Karya, untuk tersangka DPW. 

Dugaan menguat Alex akan ditelisik terkait adanya dugaan aliran dana kepada dirinya. Jaksa KPK menyebut adanya jatah Rp650 juta dari proyek Wisma Atlet kepada Alex Noerdin. Hal ini diungkapkan jaksa dalam surat tuntutan Kadid PU dan Bina Marga Sumsel, Rizal Abdullah.

Jaksa menyebut, uang yang dipegang oleh Dudung Purwadi itu berasal dari anggaran Wisma Atlet. "Uang tersebut rencananya akan diserahkan Dudung kepada Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin," kata jaksa di Pengadilan Tipikor 4 November 2015.

Seperti diketahui, Dudung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan wisma atlet dan gedung serbaguna pemerintah provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011.

Dia diduga sebagai pihak yang diperkayakan oleh beberapa pejabat negara. Seperti, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Wafid Muharam dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan, Rizal Abdullah. 

Atas perbuatannya, Dudung disangka melanggar pasal 2 atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999  sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 65 KUHP. 

Dudung sebelumnya ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana Bali.

Penulis : Firman Qusnulyakin
Editor : Firman Qusnulyakin