• News

  • Nasional

KPK Periksa Anggota Komisi V DPR asal PKB

Ilustrasi KPK
Ilustrasi KPK

JAKARTA, NETRALNEWS - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalami dugaan keterlibatan anggota Komisi V DPR dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menjerat Damayanti Wisnu Putranti.

Hari ini, KPK memanggil anggota Komisi V dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Toha sebagai saksi. 

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk  tersangka AKH (Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir)," kata Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Jakarta, Senin (23/2/2016).

Dalam perkara ini, KPK juga memanggil beberapa politikus PKB lain yakni, Alamudin Dimyati Rois dan Fathan yang duduk di Komisi V. Namun, mereka berdua mangkir dari panggilan penyidik KPK.

Selain memanggil Toha, penyidik juga memeriksa Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnyaAnggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti,

Kasus suap ini terbongkar ketika KPK menangkap Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, serta dua anak buah Damayanti, Dessy A. Edwin dan Julia Prasetyarini pada Rabu 13 Januari 2016.

Politikus PDIP dari Dapil Jawa Tengah itu disangka telah menerima suap Abdul Khoir. Damayanti diperkirakan telah menerima suap hingga ratusan ribu dolar Singapura secara bertahap melalui stafnya Dessy dan Julia.

Uang yang diberikan Abdul Khoir kepada Damayanti itu untuk mengamankan proyek Kementerian PUPR tahun anggaran 2016. Proyek tersebut merupakan proyek pembangunan jalan di Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX.

Penulis : Firman Qusnulyakin
Editor : Firman Qusnulyakin