• News

  • Nasional

Muhaimin Iskandar Disebut Terima Uang Rp 400 Juta

Ketua Umum PKB Muhaimain Iskandar (ciklanews.com)
Ketua Umum PKB Muhaimain Iskandar (ciklanews.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin disebut menerima uang senilai Rp400 juta dalam persidangan kasus dugaan pemerasan di Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans).

Demikian disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Abdul Basir saat membacakan amar tuntutan terdakwa mantan Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2K Trans), Jamaluddien Malik di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2016).

Basir menyebut Cak Imin menerima uang Rp400 juta saat menjabat sebagai Menakertrans. Uang yang diberikan Jamalludien ke Cak Imin didapat dari pemotongan anggaran tahun 2013 serta meminta uang pada penyedia barang dan jasa senilai Rp3.238.124.000 melalui Sudarso.

"Diberikan kepada Abdul Muhaimin Iskandar sejumlah Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah)," kata Jaksa Abdul saat membacakan tuntutan Jamalludien di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Selain Cak Imin, uang hasil pemotongan itu juga diberikan kepada orang-orang yang punya kepentingan dengan terdakwa. Diantaranya Achmad Said Huri senilai Rp30 juta.

"Diberikan kepada Dadong Ibrarelawan Rp50.000.000 dan I Nyoman Suisnaya seluruhnya Rp147.500.000," ujar Jaksa Abdul.

Merujuk pada dakwaan, tindak pidana yang dilakukan Jamalludien bersama-sama dengan Muhaimin Iskandar, Achmad Hudri dan beberapa pejabat di Kemenakertrans dimulai sejak 21 Oktober 2013.

Adapun Jamalludien dituntut tujuh tahun penjara denda Rp 400 juta subsider enam bulan penjara. Dia dinilai terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dugaan pemerasan di Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans) dengan memerintahkan Achmad Said Huri dan Ahmad Syaifudin.

"Menuntut agar Majelis Hakim menetapkan terdakwa (Jamaluddin Malik) secara sah dan menyakinkan bersalah," kata jaksa Abdul Basir.

Selain dituntut pidana penjara, dia juga diharuskan membayar uang pengganti senilai Rp5,4 miliar. Mendengar tuntutan ini, Jamalludien akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi.

Penulis : Firman Qusnulyakin
Editor : Firman Qusnulyakin