• News

  • Nasional

KPK Kembali Panggil Politikus PKB Musa Zainudin

Ilustrasi Gedung KPK
Ilustrasi Gedung KPK

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memeriksa anggota Komisi V DPR asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Musa Zainudin, Kamis (3/3/2016).

Anak buah Muhaimin Iskandar itu sedianya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembanginan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tersangka Abdul Khoir.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka AKH," kata Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati.

Pemeriksaan ini bukan untuk kali pertama. Sebelumnya Musa juga sudah dimintai keterangan bersama anggota DPR Komisi V lainnya.

KPK memang tengah memburu pihak-pihak lain, termasuk anggota DPR yang terlibat dalam kasus ini. Kemarin, KPK juga menetapkan Budi Supriyanto yang juga anggota Komisi V DPR sebagai tersangka.

Diketahui, Abdul Khoir diduga merupakan pihak yang memberikan suap kepada anggota DPR Komisi V, Damayanti Wisnu Putranti. Suap dimaksudkan agar perusahaannya mendapat proyek pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Damayanti diduga dijanjikan uang hingga SGD 404,000 oleh Abdul Khoir agar perusahaannya dapat menjadi pelaksana proyek pembangunan jalan di Ambon, Maluku. Namun penyidik menduga masih ada pihak-pihak lain yang turut menerima suap tersebut.

Damayanti, Dessy, dan Julia dijadikan tersangka penerima suap. Mereka dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Abdul Khoir menjadi tersangka pemberi suap. Dia dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis : Firman Qusnulyakin
Editor : Firman Qusnulyakin