• News

  • Nasional

Ketua MPR: Pancasila Itu Bukan Mengkotak-kotakkan 

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.
Humas MPR
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Masyarakat diimbau mulai saat ini berhenti 'ngomong' tentang suku, agama, atau latar belakang. Karena hal itu sudah selesai 72 tahun yang lalu. Kita semua ini adalah saudara. Pernyataan itu disampai Ketua MPR Zulkifli Hasan saat melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat kemarin. 

"Menjadi Pancasila itu bukan dengan mengkotak-kotakkan dan saling menyalahkan orang lain, tapi dengan merangkul semua perbedaan," kata Zulkifli Hasan.

Menurut dia, tantangan Indonesia ke depan tidak mudah. Untuk itu, dirinya meminta mahasiswa menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan tidak lagi membicarakan tentang perbedaan Suku, Agama, Ras atau Golongan (SARA). 

"Selain itu, tugas kita adalah menyiapkan generasi muda Indonesia untuk memiliki daya saing, produktivitas, efisiensi sehingga melahirkan manusia-manusia yang kreatif dan inovatif serta berjiwa enterpreneur, itulah yang diperlukan Indonesia," tegas Ketua Partai Amanat Nasional itu, berpesan. 

Lanjut Zulkifli, pihaknya mengajak mahasiswa untuk berpikir ke depan bagaimana memperbaiki Indonesia. Menurut dia, saat ini Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah, utamanya terkait kesenjangan sosial.

"Di Indonesia, jarak antara orang kaya dan miskin masih sangat lebar. Pengangguran yang masih sangat tinggi dan kesejahteraan antardaerah juga masih tinggi. Dengan masih lebarnya kesenjangan sosial, maka terciptanya sila ke-5 Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ,yang ternyata masih sulit dilakukan," tegas mantan Menteri Kehutanan itu. 

"Maka, untuk bisa mencapai sila ke-5 itu masih diperlukan kerja keras dari semua elemen, karena saat ini kesenjangan di kota dan di desa masih sangat tinggi," imbaunya. 

Menutup sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu, Ketua MPR mengatakan,  karena kesenjangan sosial itulah banyak melatarbelakangi terjadinya tindakan radikal. 

"Kemiskinan itulah yang berbahaya. Kemiskinan bisa mengajak pada gerakan radikal. Maka, mari kita fokus mengatasi masalah ini dan tak lagi mempermasalahkan tentang SARA," kata Zulkifli Hasan, sebagimana dilansir Antara, Sabtu (29/7/2017). 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli