• News

  • Nusantara

Penuh Tusukan, Suami Istri Ditemukan Tewas setelah Ikuti Ritual Penggandaan Uang

Mayat suami istri ditemukan di Gunung Kapal
sinarlampung
Mayat suami istri ditemukan di Gunung Kapal

LAMPUNG, NNC - Tragis benar nasib pasangan suami istri bernama Sukirman dan Istrinya, warga Natar, Lampung Selatan, ini. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan, dengan tubuh penuh luka senjata tajam,  bahkan hingga usus terburai di tengah perkebunan kelapa sawit milik PTPN 7, Unit Usaha Rejosari, Natar, Lampung Selatan, Senin (22/10/2018).

Pada mayat perempuan terdapat luka tusuk di dada sebelah kiri dan organ tubuh terburai. Sedangkan mayat pria, terdapat 10 luka tusukan di sekujur tubuh. Mayat itu yang sudah membusuk dan di makan ulat belatung.

Kapolsek Natar, Kompol Rosef Efendi mengatakan, warga yang menemukan mayat suami istri itu melaporkan hal itu ke polisi. Tim reserse Polres Lamsel dan Polsek Natar mendatangi lokasi penemuan mayat untuk mengembangkan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua mayat itu saat ini dibawa ke RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung untuk diidentifikasi.

Sementara itu Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan Efendimengatakan, kasusnya masih dalam penyelidikan petugas. Sebanyak lima orang telah dimintai keterangan.

Saat mendapat informasi dari media sosial tentang penemuan dua jenazah laki-laki dan perempuan dengan ciri-ciri serupa dengan Sukirman dan istrinya, mereka langsung datang ke Mapolsek Natar.

Belakangan diketahui, kedua pasangan suami istri itu berada di lokasi kejadian karena terlibat dalam bisnis pengandaan uang. Dari keterangan keluarga korban, diketahui  jika Sukirman dan istrinya hilang sejak 15 Oktober lalu. Keduanya pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil Grand Max.

Diketahui Sukirman dan istrinya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp110 juta yang diduga hendak digandakan menjadi Rp1 miliar. Sejak itu, kedua korban tidak kembali, hingga akhirnya mereka mendapat informasi dari media sosial.

Menurut keterangan warga, Gunung Kapal  dipercaya sebagai sebagai makam keramat. Konon banyak yang meminta berkah di pemakaman ini. Di sana ada Mbah Blong yang terkenal kesaktiannya.

Sukirman ternyata pengusaha kontraktor yang sukses. Namun sejak kenal Mbah Blong, bersama istrinya sering pergi melakukan ritual.

Menurut anak korban, orangtuanya pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil jenis Daihatsu Gran Max hendak mengambil uang Rp110 juta di Gunung Kapal yang akan digandakan Mbah Blong sebesar Rp1 miliar. Namun sejak saat itu, keduanya tak pernah kembali.

“Motifnya penggandaan uang karena saat ditemukan perhiasan korban masih ada dan mobil.juga masih terparkir. Kita masih melakukan penyelidikan dengan menurunkan puluhan anggota untuk mengejar pelaku,” ungkap  Syarhan.

Sebanyak 20 personel polisi dikerahkan untuk mengejar pelaku pembunuhan.

Editor : Wulandari Saptono