• News

  • Nusantara

Pedagang Tradisional Harus Bisa Mengelola Keuangan Secara Benar

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
AyoSebarkan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menekankan pentingnya pengelolaan keuangan secara benar di kalangan para pedagang toko tradisional di Kota Pahlawan.

"Kalau dagangan laku, ya, jangan uangnya dihabiskan untuk kebutuhan lain. Pikirkan bagaimana mengembangkan usaha," kata Tri Rismaharini di Surabaya, Minggu (30/7/2017).

Menurut dia, pengelolaan keuangan secara benar merupakan salah satu upaya dalam menghadapi persaingan usaha dengan toko modern yang tentu saja memiliki modal lebih besar dibanding toko tradisional di kampung-kampung.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga berharap para pedagang toko tradisional bisa maju bersama dalam wadah koperasi. Risma mengibaratkan lidi yang lemah bila hanya sendirian tetapi bisa kuat bila bergabung bersama.

Ia mencontohkan beberapa warga yang telah berhasil dalam berwirausaha melalui program Pahlawan Ekonomi yang digagas Pemkot Surabaya sejak beberapa tahun lalu. Wali kota menegaskan bahwa keberhasilan tidak langsung datang, tetapi acapkali diawali dengan kegagalan.

"Saya pernah ke Silicon Valley di Amerika dan berbincang dengan beberapa orang di sana. Ada yang mengaku baru berhasil setelah 102 kali mencoba. Artinya dia pernah 101 kali gagal. Artinya jangan mudah menyerah," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya selama ini adalah menggelar sejumlah pelatihan kewirausahaan kepada para pedagang toko tradisional. Ada sekitar 205 pedagang toko tradisional yang baru-baru ini mendapat pelatihan kewirausahaan dari Dinas Perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperdag) Surabaya Arini Pakistiyaningsih mengatakan pihaknya mengajak para pedagang tradisional meningkatkan keterampilan dan profesionalisme dalam berdagang agar bisa maju dan bersaing dengan toko-toko modern atau toko swalayan.

Arini menargetkan pada tahun ini ada tiga kali pelatihan kewirausahaan untuk pedagang toko tradisional. "Harapannya, tahun ini sedikitnya ada 250 pedagang dari total 2.065 pedagang pedagang toko tradisional se-Surabaya yang mendapatkan pelatihan," katanya.

Editor : Redaksi
Sumber : Antara