• News

  • Opini

‘Dihamili Sperma Kolam Renang‘, Sitti Dipecat, Air Mata Jesika Tak Sia-Sia

Birgaldo Sinaga saat mendampingi Ibu Jesika di pusara mendiang putrinya
Facebook/Birgaldo
Birgaldo Sinaga saat mendampingi Ibu Jesika di pusara mendiang putrinya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hari ini Kamis (23/4/2020), anggota komisioner KPAI Sitti Hikmawatty dipecat dari jabatannya. Siti Hikmawaty menerima karmanya atas fitnah keji yang dulu dilakukannya pada saya.

Entah mengapa begitu baca berita terlintas wajahnya di pelupuk mata saya. Saya tidak mungkin lupa sama perbuatannya yang begitu keji. Memfitnah saya.

Begini ceritanya.

Oktober 2017, seorang ibu bernama Ibu Jesika Sianipar meminta tolong pada saya. Ia meminta tolong karena sudah buntu tidak tahu ke mana lagi melaporkan kematian putrinya Jesika (5).

Ibu Jesika sudah melapor ke semua lembaga, ke polisi, ke KPAI, tapi tidak digubris. Tak ada kelanjutannya.

Dua bulan hampa, Ibu Jesika menelepon saya. Berkali-kali ia telpon. Ia memohon agar saya datang ke Medan untuk melihat kuburan putrinya.

Hati saya luluh. Saya datang. Mewawancarainya. Melakukan investigasi. Semua wawancara saya rekam. Tak satupun kata saya tambah-tambai atau kurangi.

Hampir sebulan saya di Medan. Semua biaya pesawat, akomodasi hotel dan lain2 dari kantong saya sendiri. Tidak sepeser pun saya meminta dari keluarga Ibu Jesika.

Lalu hasil investigasi itu saya tulis. Indonesia terkejut. Tulisan itu viral. Dan akhirnya polisi bergerak cepat. Termasuk KPAI yang dua bulan sebelumnya tak menggubris pengaduan Ibu Jesika.

Lalu, datanglah Sitty Hikmawaty ke Medan. Merayu dengan segala cara Ibu Jesika. Dan memframing saya dengan licik dan culas. Menggunakan kekuasaan lembaganya membuat press release atas kasus Ibu Jesika.

Saya hanya mau bilang kepadamu Sitty Hikmawaty, jangan pernah sekali pun menindas air mata orang lemah.

Sitty ingatlah kata-kata saya ini. Anda dibayar rakyat untuk membela anak-anak yang menjadi korban ketidakadilan. Bukan sebaliknya.

Saya percaya air mata Ibu Jesika yang menetes deras itu berbicara.

Pada akhirnya kebenaran akan mencari jalannya sendiri.

Berikut curhat Ibu Jesika yang ditulisnya pada Februari lalu.

Saya adalah ibu Jesika yg dimaksud Birgaldo Sinaga yg dua tahun lalu dengan sebuah pernyataan dr ibu sitti hikmawaty KPAI menghancurkan hati dan harapan saya utk mendapat keadilan...
dimana hatimu ibu....(emoticon menangis)

1.Ibu menyatakan adam malik telah melakukan tugasnya sesuai prosedur padahal ibu tau mereka mengambil darah dr selangkangan anak saya tanpa minta izin dr saya org tuanya.

2. Ibu menyatakan anak sya dtg dlm kondisi parah berdasar rekam medis padahal ibu tau rekam medis sudah diragukan dan kami telah nyatakan kepada pihak kepolisian dgn bukti yg kami punya.

3. Ibu menyatakan anak saya menderita GBS sedangkan dokter Yazid saja yg menangani anak saya masih ragu menyatakan dia GBS maka saya disuruh ke adam malik utk cek lab.

4. Ibu menyatakan di media kami telah mediasi padahal itu bukan mediasi. Ibu bilang keterangan dokter yg menangani berbeda dgn keterangan kami maka ibu ingin menjumpakan kesaksian kami secara bersamaan.

Namun pada pertemuan itu ibu tidak membawa dokter dokter yg menangani anak saya. Ibu malah membawa pihak adam malik yg keberadaannya tidak ada pas saat kejadian.

Kalian ambil foto pertemuan itu seolah olah pertemuan itu bicara mediasi..lalu kalian umumkan telah ada mediasi.. Dan setelah berita itu terbit kami baru sadar kalau kami sudah terjebak.

5. Ibu menyatakan bahwa ada pihak ketiga yg mengambil keuntungan utk menekan rumah sakitseolah olah rumah sakit adalah korban.

Tahukah kamu ibu, sebenarnya kamulah pihak ketiga itu yg mengambil keuntungan dr saya dan membodohi saya sehingga saya terjebak dlm pertemuan itu.

Buktinya setelah pertemuan itu ibu tak sekalipun memberikan kelanjutan atas kasus ini. Saya korbannya ibu bukan rumah sakit...

Supaya ibu ketahui Tulang birgaldo adalah pihak ketiga yg mendengarkan jerit tangis kami utk mencari keadilan.

Dia dtg menghapus air mata kami dan berikan kami semangat utk mencari keadilan. Dua minggu tulang birgaldo disini mendampingi kami mencari keadilan dan kami tau pasti byk biaya yg sudah dikeluarkan.

Saat dia kembali ke jakarta niat hati kami ingin menggantikan biaya biayanya selama di medan tp dgn tulus ikhlas tulang birgaldo menolak amplop berisi uang yg kami berikan kepadanya.

Sampai sekrg saya bertanya tanya??

Apakah org sebaik ini yg ibu maksud pihak ketiga??? Apakah org sebaik ini yg ibu maksud mengambil keuntungan???

Lalu bagaimana dengan ibu sendiri????

Benar apa katamu tulang birgaldo, kebenaran akan mencari jalannya sendiri.

Orang orang yg curang dan tidak tulus di jalan yang benar akan dipermalukan dikemudian hari. Dua tahun yg lalu pernyataanya di media membuat hatiku hancur.

Mudah sekali ibu membuat pernyataan tanpa memikirkan apa yg terjadi akibat pernyataan pernyataan yg ibu buat itu.

 

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto