• News

  • Opini

Kebijakan Bisa Berubah-ubah Setiap Waktu, Kita Dukung Ketegasan Jokowi

Birgaldo Sinaga
foto: antara
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bermula dari satu orang di Wuhan. Seorang perempuan berusia 54 tahun bernama Wei Guixian. Ia merupakan penjual udang di PasarSeafood Huanan, Wuhan, China.

Dari satu orang lalu menular ke beberapa orang. Dalam tempo sebulan sejak Januari Februari sudah mengifeksi puluhan ribu orang di Wuhan. Ribuan orang meninggal dunia.

Pertangahan Januari 2020, Wuhan dilockdown. Seluruh moda transportasi dihentikan. Perbatasan dijaga. Tidak seorang pun warga yang tidak punya izin bisa keluar masuk.

Pertengahan Januari, beberapa orang asing yang pernah bepergian ke Wuhan membawa virus masuk ke negerinya.

Seorang jemaat gereja di Korsel yang baru pulang dari Wuhan membawa virus itu ke negerinya. Seorang warga Amerika yang baru pulang dari Wuhan terinfeksi. Donald Trump anggap enteng. Termasuk Italia dan Inggris.

Pola penyebaran virus merebak. Rerata yang terkena berasal dari luar negeri. Termasuk kasus yang terjadi di Indonesia. Rerata berasal dari kunjungan ke luar negeri. Atau orang luar yang datang ke Indonesia.

Awal Maret, Jokowi mengumumkam kasus pertama di Indonesia berasal dari Depok. Hari ini dalam tempo dua bulan lebih sudah ribuan orang yang positif. Ratusan orang meninggal dunia. Puluhan ribu PDP dan ratusan ribu ODP. Hanya dalam tempo sebulan.

Hari ini bertepatan dengan hari pertama puasa, Jakarta dikunci. Semua moda transportasi publik dihentikan beroperasi dari dan ke Jakarta. Orang2 dilarang keluar Jakarta. Dalam bahasa lain Jakarta dilockdown. Dikunci.

Apa tujuannya?

Agar orang-orang yang berpotensi membawa virus itu tidak menyebarkan ke kampung halamannya.

Berdasarkan data tahun lalu, ada 14 juta orang asal Jabodetabek mudik saat lebaran. Ini sangat mengerikan andai jutaan orang kota itu mudik ke kempung halamannya.

Satu orang positif dalam kereta bisa menyebarkan ke penumpang lainnya. Seperti pelari estafet memberikan tongkat estafet ke pelari berikutnya. Begitubseterusnya hingga menjadi deret eksponensial.

Mengunci Jabodetabek di momen mudik lebaran tahun ini harus kita apresiasi. Terlepas pro dan kontra soal istilah mudik dan pulang kampung.

Jujur, sejak awal saya berharap Jakarta dikunci sejak kali pertama kasus ditemukan. Saya meminta sangat agar semua moda transportasi dari dan ke Jakarta dihentikan sejak awal kasus ditemukan. Tujuannya agar virus corona tidak menyebar ke provinsi lain.

Tapi pemerintah punya kacamata lain. Pertimbangan lain. Ada banyak faktor yang mungkin dipertimbangkan. Soal ekonomi tentu saja.

Dan seperti diprediksi banyak orang virus corona itu sudah kadung menyebar ke 34 provinsi lainnya. Ongkos penanggulangannya semakin berat dan mahal. Mau tidak mau, suka tidak suka semakin berat penanggulangan bencana nasional non alam ini.

Keputusan Presiden Jokowi mengunci Jakarta patut kita apresiasi. Kebijakan tidak boleh statis. Kebijakan bersifat dinamis. Bisa berubah-ubah setiap waktu. Kecepatan mengambil keputusan itu sangat menentukan nasib ke depan.

Apa yang diputuskan Jokowi setidaknya sekarang kita melihat ada upaya menggunakan kekuatan negara mencegah penyebaran virus corona ini.

Itu artinya landskap peperangan melawan Covid 19 ini sudah masuk ke gelombang ke-2. Negara dengan tegas berani menggunakan otoritas penuh melawan Covid-19 dengan segala risikonya.

Saya mendukung ketegasan dan keberanian Presiden Jokowi menggunakan semua wewenang yang dimilikinya untuk menjaga keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto