• News

  • Opini

Tips Mengisi Waktu Luang di Rumah

Dedi Mahardi
foto: istimewa
Dedi Mahardi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wabah virus corona ini, tidak saja menimbulkan ketakutan dan kekuatiran masyarakat akan ikut terpapar virus yang belum ada obat dan vaksin anti-corona, akan tetapi juga menimbulkan keputusasaan.

Kenapa mereka putus asa? Karena disamping tidak tahu kapan wabah virus ini berakhir, juga sebagian dari mereka tidak tahu apa yang akan dikerjakan selama di rumah. Ini untuk kelompok yang secara finansial tidak masalah karena ada gaji atau uang masuk untuk membiayai kehidupan mereka dan keluarganya.

Untuk kelompok masyarakat yang penghidupannya didapat dari pergerakan tiap hari di luar sana, seperti tukang makanan keliling, driver ojek online, ya lebih kuatir dan mungkin juga putus asa.

Tanggung jawab untuk tetap menghidupi keluarga, maka bisa jadi rasa putus asa itu malah berubah menjadi nekad. Tapi apapun, tentunya ujian Tuhan ini harus kita ambil hikmah dan pembelajarannya, agar ke depannya jika terjadi wabah atau kejadian seperti ini masyarakat sudah punya cara antisipasinya.

Bukannya berharap kejadian seperti ini terjadi lagi, tetapi sebagai langkah antisipasi tidak ada salahnya, masyarakat selalu bersiap dengan sebisa mungkin punya cadangan penghasilan. Penghasilan cadangan apa saja, yang paling tidak bisa menutup kebutuhan pokok untuk hidup.

Kembali ke tema, bagaimana mengisi waktu luang selama di rumah?

Karena musibah ini adalah ujian dari Tuhan, maka seperti ujian lainnya, ujian ini seharusnya juga menjadikan yang ujian naik kelas.

Bagaimana cara naik kelas? Adalah dengan cara berbuat yang bermanfaat buat orang lain, buat lingkungan atau buat siapa dan apa saja. Karena tujuan Tuhan menurunkan manusia ke muka bumi adalah untuk berbibadah dan berbuat yang bermanfaat.

Kemudian ditambahkan oleh teori hirarki Maslow, yang hirarki tertinggi dari seseorang adalah apabila dalam dirinya selalu muncul keinginan untuk memberi, berbuat baik kepada orang lain, dan lingkungan.

Karenanya dalam kondisi seperti ini jangan pernah dulu memikirkan apa yang bisa diperoleh dari kegiatan tersebut. Karena jika sudah memikirkan ouput maka akan banyak hal yang menjadi kendala dan pertimbangan, sehingga tidak jadi berbuat.

Pedomani janji Tuhan bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan juga, dan Tuhan sudah jamin rezeki setiap yang bernyawa.

Yang kedua adalah kesempatan untuk berbuat sangat terbatas, tergantung kesempatan dan kemampuan, dan sekarang kesempatannya banyak, dan kemampuan juga ada.

Sedangkan kesempatan untuk mendapatkan balasan dari Tuhan bisa kapan saja, termasuk kelak di akhirat atau diwariskan kepada anak cucu atau orang yang kita sayangi.

Nah, apa saja contoh kegiatan yang bisa dilakukan?

1. Mengambil album foto-foto lama, kemudian menscan atau memfotonya, sehingga dokumen hardcopy berubah bentuk menjadi softcopy atau digital.

Kalau mau lebih manfaatnya, foto hasil scan tersebut dapat dibuat video dengan mengcopykan ke power point dan disimpan dalam bentuk video.

Siapa tahu video-video tersebut disenangi dan sangat berguna untuk saudara atau teman yang ada dalam video tersebut. Kalau mau memulai menjadi youtuber, bisa juga video tersebut di upload di youtube.

2. Membaca buku-buku atau teori tentang cara merawat tanaman di internet, lalu mempraktekannya pada tanaman dihalaman rumah, seperti mengembang biakan tanaman tersebut dan sebagainya. Dengan demikian masa physical distancing ini dapat membawa perubahan kepada tanaman di halaman.

3. Membaca dan mempelajari buku manual book kendaraan, manual book peralatan rumah tangga, seperti televisi, kulkas, Air conditioning dan peralatan lainnya.

Apa gunanya? Di samping untuk menambah pengetahuan, juga untuk dapat mengambil tindakan pendahuluan atau pengamanan jika peralatan tersebut sedang mengalami kerusakan.

Atau untuk menghindari dari kemungkinan penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab, ketika kendaraan atau peralatan rumah tangganya mengalami kerusakan.

4. Menulis cerita singkat kenangan atau moment bahagia atau berkesan, untuk dibaca sendiri atau dishare di media social. Siapa tahu ada orang yang terinspirasi dari cerita tersebut, sehingga mereka meneladani jika itu pengalaman baik, atau mereka hati-hati jika itu pengalaman kurang baik.

5. Apalagi? Apa saja yang sesuai dengan bakat, kemampuan dan ilmu yang dimiliki, yang kira-kira ada manfaatnya.

Kenapa kita harus naik kelas dari ujian ini dan kenapa kita harus membiasakan berpikir dan berbuat positif?

Karena dalam diri manusia juga berlaku hukum kelembaman bahwa “ setiap benda yang bergerak maka dia akan cenderung terus bergerak dan sebaliknya setiap benda yang diam dia akan cenderung terus diam”.

Hal ini jika dikaitkan dengan teori potensi pikiran manusia yang potensi pikiran sadar yang biasa digunakan hanyalah 10%, sedangkan potensi pikiran bawah sadar yang mungkin jarang digunakan adalah 90% dari total keselurahan potensi pikiran manusia.

Maka diharapkan dengan membiasakan diri berpikir dan berbuat yang bermanfaat, potensi pikiran bawah sadar tersebut akan muncul atau tumbuh dengan sendirinya. Berikut adalah teori potensi pikiran manusia.

Value dan belief atau nilai-nilai dan keyakinan adalah pikiran bawah sadar yang mengandung energi besar yang sudah terbiasa dibangun oleh bangsa yang peradabannya sudah tinggi dan maju.

Hal ini yang menyebabkan kehidupan dan interaksi sesama anggota masyarakat berjalan teratur, saling mendisiplinkan diri, saling manjaga diri untuk tidak mau melanggar tatanan budaya.

Pikiran bawah sadar mereka secara reflek saja untuk menjaga dan membangun nilai-nilai dan keyakinan positif, karena sejak dari lahir sudah ditanamkan value dan belief.

Keyakinan dan nilai positif tersebut akan menjelma menjadi sesuatu yang positif juga, seperti kata bijak “Yang akan terjadi adalah seperti yang anda pikirkan”.

Seperti tulisan atau artikel Profesor Komaruddin Hidayat bahwa kejujuran menjadi kunci yang membuat Negara Denmark paling makmur serta menjadi negara yang paling nyaman untuk didiami.

Padahal negara tersebut tidak punya sumber daya alam yang melimpah seperti sumber daya alam Negara kita. Bahkan perputaran siang dan malam di sana lebih panjang waktu malamnya dari pada siang, begitu juga iklim di sana yang sangat ekstrim karena dekat dengan kutub utara, sehingga sangat dingin.

Lalu apa hubungan kejujuran dengan kemakmuran dan kenyamanan didiami?  Karena rakyat, penguasa dan aparat serta penegak hukum di sana sangat memegang teguh prinsip kejujuran, maka hal yang menyangkut penyimpangan, korupsi, kejahatan dan hal buruk lainnya bisa dikatakan nihil.

Sekilas sepertinya tidak mungkin, tetapi jika dikaji berapa perputaran uang dari kejahatan, korupsi, kolusi dan sebagainya, maka semua penjelasan di atas akan mudah diterima. 

Kekuatan pikiran bawah sadar berikutnya adalah attitude atau cara berpikir dan cara bertindak seseorang yang tercermin dari perilakunya sehari-hari.

Contoh dari attitude adalah: 1. menghargai waktu, 2. menerima Kritik, 3. menghormati orang lain, 4. menjaga komitmen, 5. bersikap sopan, 6. dan lain-lain.

Seseorang yang punya attitude baik akan menonjol dalam pergaulan dan disenang oleh banyak orang, sehingga orang tersebut mudah membangun komunikasi dengan orang lain.

Seseorang yang mudah membangun komuniskasi, tentunya akan mudah juga membangun jaringan atau networking.

Begitu sebaliknya dengan seseorang yang attitudenya jelek atau buruk akan sulit berkomunikasi dan membangun networking, malah bisa sebaliknya bisa menambah musuh dan membuat persoalan dalam masyarakat.

Energi dari pikiran bawah sadar berikutnya yaitu motivasi. Pengertian dari motivasi adalah hasrat atau dorongan dari dalam diri seseorang  untuk meraih suatu keinginan atau berbuat sesuatu.

Selama ini motivasi lebih banyak dikaitkan dengan hasrat untuk memiliki sesuatu atau mayoritas kepentingan diri sendiri atau kelompok, padahal seharusnya ada juga hasrat untuk sebaliknya, yaitu hasrat untuk berbuat baik, berbuat yang bermanfaat untuk orang lain atau berbuat sesuatu untuk lingkungan, sehingga terjadi keseimbangan antara mendapat dan memberi.

Hal ini penting digaris bawahi, karena dalam pikiran bawah sadar ini juga ada energi valeu dan belief, sehingga akan lebih baik dan lebih dahsyat energi yang dihasilkan jika semua kekuatan tersebut berkolaborasi. Bukan berlawanan sehingga saling melemahkan atau bahkan bisa saling menghilangkan.

Hasrat atau motivasi untuk berbuat baik atau merubah sesuatu menjadi lebih baik, sangat dibutuhkan untuk menjaga harmonisasi kehidupan.

Hasrat atau motivasi untuk berbuat baik dan membantu orang lain serta menjaga alam sekitarnya akan selaras dan berkolaborasi energi pikiran value dan belief di dasarnya.

Jika mayoritas orang hanya berpikir bagaimana mendapat seperti yang terjadi sekarang di negeri ini, maka kegaduhan dan ketidakharmonisan dalam masyarakat.

Karena prinsipnya berebut mendapatkan sesuatu untuk dimiliki sendiri atau tidak mungkin menjadi milik bersama sehingga akibat terjadi persaingan karena perebutan.

Sebaliknya berebut berbuat sesuatu yang bermanfaat bisa dilakukan secara bersama dan menjadi hasil perbuatan bersama, hal ini seperti yang terjadi ketika gotong royong atau bersama-sama mengerjakan kebaikan lainnya.

Kekuatan pikiran bawah sadar berikutnya adalah skill atau keterampilan dan knowledge atau pengetahuan. Semakin ahli seseorang pada suatu bidang keterampilan dan semakin tinggi ilmu pengetahuannya maka akan semakin mudah mengerjakan sesuatu yang susah atau sesuatu yang bagi orang awam tidak mungkin.

Hal tersebut terbukti dengan masyarakat dari negara maju, yang dengan keterampilan dan ilmu pengetahuan masyarakatnya mampu menghasilkan barang atau produk canggih yang dibutuhkan negara lain.

Misalnya Negara korea, yang dalam beberapa jenis produk berhasil mengalahkan produk dari negara Jepang, padahal dulunya bangsa Korea dijajah oleh Jepang selama 35 tahun.

Dalam ajaran agama juga diperintahkan kepada semua umat untuk menuntut ilmu, karena ilmu dapat mempermudah pekerjaan, membuat sesuatu yang belum ada serta juga dapat meluruskan sesuatu yang salah.

Itu juga yang dilakukan oleh bangsa China, untuk menjadi maju mereka mendirikan banyak pusat penelitan dan membangun perpustakaan di banyak daerah.

Sehingga bonus demografi berupa kelebihan penduduk yang selama ini menjadi masalah atau beban bagi negara, sekarang telah berbalik menjadi kekuatan atau modal untuk negara China menjadi maju dan menjadi raksasa ekonomi dunia.

Suatu hal yang sangat perlu ditiru oleh bangsa ini jika ingin maju, karena China dan Indonesia sama-sama negara yang banyak penduduknya.

Selanjutnya intuisi, yaitu kemampuan memahami sesutu atau memperhitungkan sesuatu tanpa melalui penalaran yang rasional dan intelektualitas.

Intuisi ini hanya akan muncul jika seseorang selalu mengasah naluri positifnya, dan berusaha selalu mengurangi atau menghilangkan naluri buruk atau negatifnya.

Semakin sering seseorang mengasah naluri positifnya maka akan semakin tajam intuisianya. Inilah yang terjadi pada anak-anak di negara maju, mereka sejak kecil sudah dilatih dan ditanamkan kebiasaan baik dan naluri kebaikan, sehingga ketika remaja intusi positifnya sudah jalan dengan baik.

Mereka sudah terbiasa antri, terbiasa mengikuti aturan, sudah biasa disiplin, sudah terbiasa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak berbahaya, dan sebagainya.

Jangan malah sebaliknya, seperti di negara kita yang sebagian sejak kecil sudah terbiasa dengan yang kurang baik, sehingga naluri kurang baiknya yang berkembang.

Seperti orang tua yang ketika mengantar anaknya ke sekolah dengan kendaraan lalu melawan arus lalu lintas atau melanggar aturan lalu lintas lainnya. Sehingga naluri si anak tentang aturan lalu lintas adalah sesuatu yang boleh atau biasa saja dilanggar.

Nah, hal-hal seperti ini mungkin oleh para orang tua dianggap sepele dan tidak masalah, namun sebenarnya mereka telan ikut berkontribusi besar membangun naluri buruk atau negatif kepada anaknya.

Itu yang jadi pembeda anak-anak atau remaja di negara maju dengan anak-anak atau remaja di negara miskin atau berkembang. Masalah kepintaran, anak-anak atau remaja negeri ini sering jadi pemenang dari olimpiade matematika atau fisika, tetapi setelah masuk ke dunia industri mereka tidak bisa menonjol.

Karena untuk membuat seseorang menjadi kreatif, innovatif dan produktif tidak cukup hanya pintar. Harusnya hal ini menjadi pembelajar bagi para orang tua dan guru-guru di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak.

Selanjutnya, kepribadian. Kepribadian adalah ciri-ciri yang menonjol dari seseorang atau keseluruhan cara seseorang beraksi dan berinteraksi dengan orang lain atau sifat dari seseorang yang bisa diukur atau dikelompokan.

Kepribadian seseorang ini ditentukan oleh sifat bawaan dari lahir, lalu lingkungan keluarga si anak, lingkungan bermain, lingkungan pendidikan dan lingkungan media sosial.

Nah, jangan lupa bahwa pada zaman teknologi internet dan media sosial yang sedang digandrungi anak bangsa orang ini, perlu para orang tua dan pendidikan memantau perkembangan kepribadian si anak.

Karena media sosial tersebut sangat terbuka dan bebas, sehingga jika kepribadian si anak belum terlalu kuat maka akan muda terpengaruh. Jika pengaruhnya adalah positif tentu tidak menjadi masalah.

Yang dikawatirkan adalah pengaruh negatifnya yang dapat merusak masa depan si anak, atau bisa jadi merusak orang lain dan lingkungan. 

Demikian tulisan ini kami tulis, dengan harapan dapat menginspirasi pembacanya untuk naik kelas dari ujian Tuhan ini... Amiiiin

Jakarta, 30 April 2020
Penulis: Dedi Mahardi

Inspirator-Inovator_author

Editor : Taat Ujianto