• News

  • Opini

Selamat Jalan Mentan Giawa

Mendiang Mentan Suryani Giawa
Facebook/Birgaldo
Mendiang Mentan Suryani Giawa

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - 12 Mei adalah Hari Perawat Internasional. Mentan Suryani Giawa (23) tahun sebelumnya tidak memiliki gejala apa-apa dan menjalani aktivitas seperti biasanya.

Namun, perempuan yang berasal dari Desa Tulumbaho Kecamatan Huruna, Nisel itu, menghembuskan napas terakhir setelah drop dan sempat dirawat di rumah sakit. Dia meninggal dan dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 di TPU Simalingkar Medan, Sumut.

Mentan baru saja ulang tahun pada 6 Mei lalu. Dua hari kemudian 8 Mei Mentan menghembuskan nafas untuk yang terakhir kali.

Berikut kisah sedih yang ditulis Endang Giawa kakak kandung Mentan Suryani Giawa.

Mau Cerita Tentang Adek Tercinta Mentan

Kronologis :

Dua minggu yang lalu dia cerita sama mama saya, ngobrol biasa mama saya udah curiga sakit karena pas nelpon muka pucat, terus saat ditanya kamu sakit apa enggak?

Dia selalu jawab: saya sehat kalian juga harus sehat yaa..

Terus satu minggu lalu saya nelpon bertiga dia dan adik saya EnysSeventinaEnys. Kami ketawa dan cerita layaknya ga ada yang sakit saat kami tanya dia sehat dia jawab sehat dan ngak sakit!

Kemarin, saya mendapat kabar sekitar jam 3 sore bahwa dia masuk rumah sakit dalam keadaan drop dan sesak nafas enggak bisa bicara lagi sama kita, saat masuk IGD Rumah Sakit Bunda Thamrin di ruang isolasi. 

Karena gejalanya seperti Covid-19, maka rumah sakit tersebut merujuk adik saya ke Rumah Sakit Khusus Covid yaitu RS Royal Prima Medan.

Malam itu juga adik saya masuk ke ruang isolasi Rumah sakit royal prima medan akan tetapi paginya pagi pukul 5:30 Wib adik saya dinyatakan meninggal dunia dengan status PDP Covid-19 Berat.

Pemakaman adik saya semuanya diurus oleh pihak rumah sakit dan keluarga tidak boleh ada yang mengantar penguburan  jenazah adik saya pada pukul 14:45 WIB dimakamkan di Simalingkar, Medan

Terima kasih kepada teman-teman saya maupun adik saya yang sudah mendoakan adik saya. Mohon maaf jika dia ada salah dan semoga dilapangkan  jalannya dan damai di surga.

Selamat jalan Mentan Giawa...

Terimakasih untuk pengabdianmu melayani kemanusiaan. Rest in love...

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto