• News

  • Opini

Ademnya Umat Hindu Bali Selesaikan Penghinaan Rumah Ibadahnya

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beberapa waktu lalu heboh berita tantang ada sekelompok anak muda beragama non-Hindu melakukan pelecehan pada rumah ibadah Hindu Bali, tepatnya pada Pura Dang Khayangan Jati di Pengambengan Jembrana.

Bagaimana cara masyarakat desa Pengambengan menyelesaikan masalah sensitif ini?

Membaca tulisan Senator Arya Wedakarna ini bikin hati kita adem dan sejuk. Tidak ada amarah meluap. Tidak ada sumpah serapah. Tidak ada makian haus darah.

Warga desa berlaku arif nan bijak. Mereka tidak melakukan amuk massa atau hukum rimba.

Beginilah cara berbudaya berakhlak mulia yang dilakukan warga desa  Pengambengan Jembrana seperti ditulis admin senator Arya Wedakarna.

DESA ADAT WANEN - Viral terkait dengan sejumlah anak muda melecehkan Pura Dang Khayangan Jati di Pengambengan Jembrana.

Komite I Bidang Hukum DPD RI @aryawedakarna telah bertemu dengan Bendesa Adat, Perbekel Pengambengan, Polri langsung di TKP.

Dalam kesempatan itu Senator mendapatkan penjelasan dari semua pihak terkait masalah dan solusi yakni

1) Dipastikan 9 anak remaja dlm keadaan mabuk yg menaiki tembok Pura Dang Khayangan adalah dari masyarakat non Hindu

2) Pengempon telah melaporkan hal ini ke Polres

3) Sembilan remaja sudah di-AMANKAN  kepolisian

4) Pihak pengempon minta sejumlah hal termasuk wajib lapor selama seminggu dan meminta maaf di media sosial selama seminggu berturut turut

5) Sanksi berupa upacara guru piduka dan pembersihan pura secara niskala sudah dilaksanakan dgn pengawalan aparat dan dihadiri oleh tokoh Hindu dan Muslim.

Selanjutnya mari jaga toleransi DUA ARAH untuk seluruh umat di Bali dan jadikan hal ini sebagai pelajaran. Slide 9-10 upacara Guru Piduka dan Pembersihan TKP oleh desa adat. (admin).

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto