• News

  • Opini

Lagi-Lagi Tendangan Tanpa Bayangan Jokowi Masih Ampuh

Birgaldo Sinaga
Foto: FB/Birgaldo
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dua hari lalu saya menulis sinyal lampu oranye pemerintahan Jokowi yang bakal dijatuhkan kelompok pemburu kekuasaan. Kelompok ini adalah kelompok yang sama saat mau melakukan kudeta merangkak pada aksi 212 Desember 2016.

Pagi ini kita dapat kabar, 8 pentolan KAMI yang dikomandani Gatot Nurmantyo diciduk polisi. Empat orang di Jakarta, empat lagi di Medan.

Pentolan KAMI pusat  yang ditangkap itu adalah Syahganda Nainggolan, Anton Permana, Jumhur Hidayat dan Kingkin Anida. Kingkin merupakan mantan caleg PKS pada Pemilu 2019 lalu.

Sejatinya, melihat pola permainan kelompok ini bisa dibaca hampir sama dengan apa yang mereka lakukan pada aksi 212. Mereka menggunakan momentum aksi 212 untuk menjatuhkan Jokowi.

Aksi 212 dirancang untuk menjatuhkan Jokowi. Jumlah massa dimobilisasi 4 kali lipat dari aksi 411. Saat itu, tekanan kepada Jokowi semakin memuncak.

Kita merasakan detak jantung publik berdegub kencang. Kasak kusuk Jokowi akan jatuh berseliweran di grup WA. Rakyat menanti harap-harap takut.
Saat subuh menjelang aksi 212, 11 pentolan gerakan makar diciduk.

Tujuh orang tersangka makar, yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri ditangkap lalu dilepas setelah ditahan 1x24 jam.

Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pemufakatan Jahat.

Bak kena samber geledek, publik tersengat. Apa yang terjadi?  

Jenderal Tito dan Jokowi sudah tahu rancangan jahat penunggang di atas kuda ini sejak jauh jauh hari.

Cuma Tito tidak buru buru menangkap karena bisa back fire jika menciduk mereka jauh sebelum aksi 212.

Jam sholat Jumat 212 semakin dekat. Jokowi memutuskan masuk kotak penalti lawan. Bak Lionel Messi mengecoh pemain tengah dan bek lawan, Jokowi masuk kotak penalti lawannya.

Panggung aksi 212 ujungnya dikuasai Jokowi. Rizieq melongo. Rizieq terkejut aksi solo run Jokowi masuk ke kotak penalti Rizieq Shihab benar benar menjungkir balikkan keadaan. Skor berubah 1 : 1.

Pada aksi kudeta merangkak aksi 212, sebelas aktivis makar telah dibuat tidak berkutik.

Kini, pada demo 1310 ini, 8 aktivis KAMI juga mengalami nasib yang sama. Mereka diciduk sebelum masuk ke jantung lokasi aksi demo di depan istana.

Upaya kelompok KAMI yang berselubung gerakan moral ini akhirnya ketahuan wujud aslinya. Mereka sejatinya adalah pemburu kekuasaan. Pemburu kekuasaan yang lihai menunggangi ekspresi tuntutan mahasiswa, buruh dan masyarakat yang kecewa pada UU Cipta Kerja.

Sayangnya, mereka lupa bahwa setiap niat jahat dan busuk yang keluar dari nilai demokrasi dan hukum akan patah dan layu dengan sendirinya.

Orang-orang pemburu kekuasaan ini tidak pernah sadar bahwa rakyat yang kecewa itu bukan berarti setuju pada aksi inkonstitusional. Apalagi bagi pemabuk kekuasaan yang begitu penuh hawa nafsu.

Btw, saya menanti harap agar Ketum GMKI Korneles Yacob Galanjinjinay segera mendeklarasikan diri keluar dari ormas KAMI.

Jujur, tidak enak banget mendengar ada ketua umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia bagian dari ormas KAMI. Deklarator pula lagi.

Terimakasih Polri, BIN dan TNI yang menjaga NKRI tetap tegak berdiri.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto