• News

  • Opini

Sebelas Dua Belas Pendukung Prabowo dan Trump

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak pendukung Trump tidak terima jagoannya akhirnya kalah. Mereka denial pada kenyataan. Serentak mereka koor seperti klaim Trump selama ini. Mereka hanya kalah karena dicurangi.

Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?

Di sini banyak juga pendukung Trump. Mereka rerata relijius Kristen. Bisa disebut konservatif. Seperti halnya kaum replubliken pendukung Trump.

Kaum konservatif punya nilai hidup religius yang kuat. Mereka punya  nilai doktrin agama dalam sikap-sikap politiknya.

Mereka yakin Trump itu pilihan Tuhan karena menentang kebijakan-kebijakan yang dibenci Tuhan. Seperti LGBT dan aborsi.

Trump juga mengijinkan kembali nilai Amerika lama yang pernah ada. Berdoa di Gedung Putih. Yaitu berdoa Bapa Kami di Surga sebelum beraktifitas.

Pokoknya nilai-nilai agama Kristen menjadi spirit kalangan konservatif pendukung Trump.

Saya cukup kecut juga membaca ekspresi orang Indonesia pendukung Trump. Mereka setali tiga uang dengan pendukung Trump di Amerika. Kalangan religius Kristen konservatif. Mereka teguh mendukung Trump karena  nilai-nilai kekristenan yang dibawa Trump dalam pemerintahannya.

Apa yang terjadi di Amerika sekarang adalah sejarah yang berulang dari kejadian Pilpres 2019 Indonesia. Jika diibaratkan pendukung Jokowi adalah pendukung kebebasan, pluralisme, kebhinekaan dan nilai-nilai kesetaraan.

Sedangkan pendukung Prabowo adalah kalangan konservatif yang ingin menegakkan nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Prabowo digambarkan sosok yang mampu mewujudkan nilai-nilai Islam itu. Spirit islami. Tidak heran,  isu pilpres dari pendukung Prabowo ombaknya selalu soal sentimen SARA.

Saya membaca ribuan komen netizen di twitter Presiden Trump. Juga komen-komen netizen di akun twitter Joe Biden. Tidak lebih tidak kurang, narasi yang saya baca mirip dengan narasi pendukung Prabowo vs Jokowi.

Dan di titik ini, akhirnya kita sadar, di manapun, bahkan di negara moyangnya demokrasi, ketika doktrin kekakuan agama mencengkeram nalar, maka akal sehat perlahan lumpuh. Tidak berfungsi normal.

Lihat saja Neno Warisman mendikte Tuhan. Atau Paula White penasihat spiritual Trump yang doanya memaksa Tuhan agar mengalahkan setan dalam Pilpres Amrik. Kelakuan sama. 11 12.

Saya tertawa geli melihat pendukung Trump di Indonesia yang marah-marah dan kesal karena tidak terima kekalahan Trump. Mereka tidak percaya doa semalam suntuk berbulan-bulan itu gagal memenangkan Trump. Hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Trump. Begitu denial mereka.

Lucunya, kalangan konservatif Kristen yang mengelu-elukan Trump ini sinis dan nyinyir pada pendukung Prabowo yang konservatif. Tapi mereka sendiri konservatif.

Konservatif nilai-nilai agama sebelah adalah salah. Yang benar adalah nilai-nilai agama kami.

Begitu kata mereka.

Kalo sudah begini...pantes bawaannya emosi mau berantem mulu.

Dicubit gak mau, mencubit orang mau.

Ahhh..peningnya kepalaku liat orang-orang konservatif ini.

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto