• News

  • Pendidikan

Perpustakaan di Indonesia Urutan Terendah di ASEAN

Buku (mirajnews.com)
Buku (mirajnews.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perpustakaan di Indonesia menempati urutan terendah di seluruh negara ASEAN. Sejumlah alokasi dana tersedia setiap tahunnya untuk perpustakaan, namun dibutuhkan jumlah yang signifikan mengingat meningkatnya harga buku dan jurnal.

Saat ini terdapat 1 Perpustakaan Nasional, 25 perpustakaan daerah, 519 perpustakaan universitas, 12.620 perpustakaan sekolah, 769 perpustakaan umum di tingkat kota dan 800 perpustakaan khusus. Demikian keterangan tertulis Kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan (Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia, Kamis (13/10/2016).

Sementara, banyak sekolah di Indonesia tidak memiliki perpustakaan yang memadai. Pada tahun 2002 sebuah survei menyatakan, bahwa dari 25.052 sekolah, 2.321 di antaranya mempunyai perpustakaan, sementara hanya 3.511 sekolah yang memiliki perpustakaan yang semi permanen.

"Dari semua sekolah yang memiliki perpustakaan, hanya 4.851 pustakawaan yang bekerja penuh waktu. Perpustakaan tersebut memiliki kurang dari satu buku untuk setiap lima murid," ujar ACDP.

Perpustakaan di seluruh dunia tengah mengembangkan inisiatif untuk melibatkan anak-anak dalam membaca, belajar dan tanggung jawab masyarakat.

Di Singapura, “My Tree House” (Rumah pohonku) Perpustakaan Anak-anak dari Green Children adalah perpustakaan pertama di dunia yang digerakkan oleh prinsip-prinsip ‘hijau’, dan bertujuan mendorong anak-anak untuk menumbuhkan keingintahuan mereka untuk belajar dan memelihara lingkungan.

Di Uganda, Uganda Community Libraries Association/Asosiasi Perpustakaan Masyarakat Uganda menyelenggarakan perkemahan bertemakan kesehatan dan teknologi untuk anak-anak pedesaan.

"Agar dapat menyelenggarakan kegiatan semacam ini, maka penting untuk mendapatkan pendanaan untuk perpustakaan anak-anak, mengadakan pelatihan pegawai, termasuk tentang TIK (teknologi informasi komunikasi) dan melek informasi, mendukung jaringan perpustakaan anak-anak dan pendanaan peralatan TIK dan pelatihan TIK untuk para pegawai," kata ACDP.

Meski begitu, Indonesia telah membentuk beberapa sistem “khusus” untuk berbagi informasi dan penelitian di bidang pertanian dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai contoh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) di Bogor telah mengkoordinir berbagi informasi mengenai pertanian dan biologi antara peneliti, petugas penyuluhan, akademisi, petani dan pemangku kepentingan lainnya.

Editor : Lince Eppang