• News

  • Pendidikan

Bentuk Karakter Anak Lewat Permainan Congklak

Congklak (Play with Traditional Blogspot)
Congklak (Play with Traditional Blogspot)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda masih mengingat permainan congklak? permainan tradisional ini ternyata memiliki makna yang sangat berkaitan dengan penumbuhan karakter anak.

"Karena itu, sudah selayaknya orang tua mulai memperkenalkan anak-anak pada berbagai permainan tradisional," papar Anindita Hanadhyas, Manager Umum Lima Gundu, seperti dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (9/2/2017).

Saat ini, anak-anak lebih gemar bermain game di layar komputer, telepon pintar maupun televisi dibandingkan permainan tradisional.

Padahal, berbagai riset menunjukkan permainan atau game cenderung membentuk karakter anak yang egois, kurang konsentrasi, kurang berempati dan kurang kemampuan bekerjasama.

Sementara, banyak permainan tradisional di Indonesia yang mengajarkan beragam kebaikan bagi pertumbuhan karakter anak, salah satunya congklak.

Congklak atau juga disebut dhakon atau mancala, atau ada juga disebut dentuman lamban merupakan permainan yang sudah lama berkembang di Asia khususnya di daerah Melayu.

Congklak dimainkan dengan cara memainkan 98 biji-bijian atau cangkang kerang ke dalam papan yang memiliki 16 lubang, dua lubang di antaranya berfungsi sebagai 'rumah'. Dalam permaian ini, siapa yang memasukkan biji-bijian terbanyak ke 'rumahnya' dinyatakan jadi pemenang.

Tiap-tiap lubang diisi dengan tujuh buah biji-bijian. Kecuali induk lubang, tiap induk lubang harus dikosongkan. Karena, jumlah biji anak tidak akan bisa diambil setelah diletakkan dalam induk lubang.

Lubang pada congklak ibarat jumlah hari di mana masing-masing memiliki peluang yang sama.
"Selain simbol dari kegiatan menabung, bisa juga dimaknai bahwa tiap hari yang kita jalani akan memengaruhi hari selanjutnya sekaligus hari dan kehidupan orang lain," jelas Anindita.

Dengan permainan ini, karena dimainkannya minimal harus dua orang, akan membuat anak–anak lebih sering berkumpul dan bercengkrama ria bersama teman–temannya. Selain itu, bermain congklak juga dapat mengasah dan meningkatkan konsentrasi anak. Karena dalam bermain congklak juga dibutuhkan ketelitian, kerjasama, kejujuran, kecepatan dan tidak ketinggalan pula dalam bermain congklak kita bisa belajar menghitung.

Editor : Lince Eppang