• News

  • Pendidikan

Cegah Paham Radikal, Kemenag Imbau Awasi Kegiatan Rohis di Sekolah

Kemenag imbau sekolah untuk awasi kegiatan rohis. (Ilustrasi:SMP75)
Kemenag imbau sekolah untuk awasi kegiatan rohis. (Ilustrasi:SMP75)

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM – Untuk meminimalisir adanya paham radikal di kalangan siswa, Kemenag Yogyakarta mengimbau sekolah untuk mengawasi kegiatan rohani islam ( Rohis).

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY Muhammad Luthfi Hamid memita pengelola sekolah tingkat SMP maupun SMA mengawasi berbagai kegiatan organisasi Rohani Islam agar tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyebarkan ideologi radikal.

"Sebenarnya bukan persoalan Rohani Islam ( Rohis)-nya akan tetapi mereka (kelompok radikal) membidik Rohis sebagai satu segmen untuk menransformasikan ideologinya," kata Luthfi, Selasa, (04/07/2017).

Luthfi menilai masuknya paham atau pandangan radikal di kalangan siswa di antaranya disebabkan minimnya kontrol terhadap kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.

Konsep Rohis, menurut dia, cukup baik namun jika tidak dibina dan diarahkan langsung oleh otoritas sekolah akan dimanfaatkan pihak lain untuk menyebarkan ideologinya. Luthfi menyayangkan pihak sekolah kerap memercayakan kegiatan keagamaan kepada Rohis tanpa memberikan perhatian langsung kepada organisasi ekstrakurikuler sekolah itu.

"Kami selalu mengingatkan agar 'stakeholder' sekolah tidak membuat kebijakan yang justru memberikan celah tumbuhnya radikalisme. Jangan ada kegiatan ekstra keagamaan yang tidak terkontrol guru," kata Luthfi.

Luthfi berharap pendidikan serta berbagai kegiatan keagamaan di tingkat sekolah pada intinya selalu bermuara pada pembangunan budi pekerti. Hal itu dapat terwujud apabila pendidikan agama disampaikan secara proporsional.

"Sehingga yang kami perhatikan pertama adalah kurikulum. Kurikulum harus memberikan kontribusi untuk memberikan pamahaman agama secara proporsional," ujarnya.

Sebelumnya, pada Mei 2017 Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyebut ada satu sekolah di Yogyakarta yang telah disusupi pemikiran radikal. Bahkan, 30 siswa dari sekolahan itu telah disumpah (bai`at) untuk mengikuti kelompok radikal itu.

Namun demikian, menurut Dofiri, temuan itu telah ditangani secara serius dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY dan MUI.

 

Editor : Sulha Handayani