• News

  • Pendidikan

Diklaim Curigai Aktivitas Rohis, Menag: Samasekali Tidak Benar

Menag klarifikasi terkait dirinya diklaim curigai rohis di sekolah. (Ilustrasi:Rohissekolah)
Menag klarifikasi terkait dirinya diklaim curigai rohis di sekolah. (Ilustrasi:Rohissekolah)

PURWODADI, NETRALNEWS.COM -  Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memberikan klarifikasi, terkait dirinya diklaim mencurigai aktivitas Rohis. Menag Lukman menilai pemberitaan tersebut samasekali tidak benar.

"Di hadapan para kepala dan guru madrasah, seluruh Aparatus Sipil Negara (ASN) Kanwil Jatim yang hadir, terkait pemberitaan di sosial media, bahwa saya dinilai mencurigai aktivitas Rohis, itu samasekali tidak benar. Tuduhan itu tidak benar,” kata Menag.

Menurut Menag, Rohis adalah anak-anak bangsa sehingga tidak semestinya diawasi dan dicurigai. Menag menduga media salah kutip hingga menyebut dirinya mengawasai Rohis

"Saya justru ajak para kepala sekolah dan guru utk beri perhatian besar agar siswa kita tak mendapat ceramah2 yg bertentangan dengan ajaran agama," cuit Menag, seperti dikutip dari  akun Twitter resminya @lukmansaifuddin, Senin (10/7/2017).

Menag juga mengajak para guru untuk memberikan perhatian penuh pada peserta didik. Perhatian itu perlu diberikan, antara lain agar generasi bangsa terlindungi dari masuknya ajaran dan faham yang tidak berkesusaian dengan nilai-nilai Islam yang diwariskan pendahulu bangsa. 

"Mari kita memberikan perhatian lebih kepada siswa-siswa, agar kita dapat mengemban amanah sebagai ASN dengan sebaik-baiknya,” ajak Menag.

Dikutip dari laman Kementerian Agam, salah satu surat kabar nasional edisi Sabtu, 8 Juli 2017, menulis berita bertajuk “Menag Minta Rohis Diawasi”. Tulisan ini ramai di media sosial dan menuai banyak komentar. Padahal, tidak ada kutipan langsung dari Menag yang menyinggung masalah pengawasan terhadap Rohis.  

Berikut ini statement yang disampaikan Menag, sebagaimana dikutip dalam berita tersebut: “Jadi setiap madrasah, sekolah apapun jenjangnya, apakah dasar, menengah, atau atas, khususnya para kepala sekolahnya, harus lebih memberikan perhatian yang besar, khususnya terkait kegiatan keagamaan yang dilaksanakan para siswa-siswinya.”

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani