• News

  • Religi

Ulama Bukan untuk Ditakuti, Ini Penjelasan MUI

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.
Kabarnews
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

JAKARTA, NNC - Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Ma'ruf Amin angkat bicara, terkait santernya kasus penyerangan ulama-ulama di Indonesia selama awal 2018 ini.

Seperti diketahui, beberapa tindak penyerangan ulama sempat terjadi dengan kasus kekerasan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka, Bandung, KH Umar Basri pada 29 Januari 2018, penganiayaan terhadap ulama sekaligus Pimpinan Pusat Persatuan lslam (PERSIS), HR Prawoto hingga meninggal dunia pada 1 Februari 2018 dan penyerangan pada KH Hakam Mubarok, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur pada 18 Februari 2018.

Menurut Ma'ruf Amin, pihaknya kini tengah meminta penjelasan dari pihak berwenang, yakni Polri. Misanya saja terkait latar belakang dan motif pihak-pihak dalam lakukan penyerangan.

"Kita minta penjelasan Polri, sebenernya yang terjadi apa?. Apa iya (penyerangan ulama)?, kok nakutin ulama aja. Ulama jangan ditakutin," tukas Ma'ruf Amin saat ditemui NNC di Gedung MUI, Senin (19/2/2018).

Menurut Ma'ruf Amin, peristiwa penyerangan Ulama harus dicegah dan keberadaan para Ulama harus dijaga. Tapi memang diakui Ma'ruf Amin, berita mengenai penyerangan ulama sampai saat ini masih simpang siur.

"Mana yang benar atau hoax (bohong) belum tahu. Apa benar ada penganiyaaan?. Ad yang bilang dilakukan orang gila, ada juga yang bilang pura-pura gila. Yang penting kita tidak mau ada penganiayaan pada Ulama," kata Ma'ruf.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani