• News

  • Religi

Bangkit dari Kubur, Menampakkan Diri, dan Meyakinkan Dirinya Bukanlah Hantu

Perayaan Hari Raya Kerahiman Ilahi di Paroki BMV Katedral Bogor, Minggu (28/4/2019)
Netralnews/ Taat Ujianto
Perayaan Hari Raya Kerahiman Ilahi di Paroki BMV Katedral Bogor, Minggu (28/4/2019)

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Pada awal Masehi sekitar tahun 33,  di negeri Yerusalem terjadilah peristiwa menghebohkan. Seorang lelaki muda telah dihukum mati dengan dipaku di kayu salib, namun di hari ketiga bangkit dari kubur.

Peristiwa yang benar-benar di luar akal sehat itu hingga kini selalu dikenang oleh sekitar 30 persen dari total seluruh penduduk di dunia. Mereka yang mengimani peristiwa itu biasa disebut sebagai umat Kristiani.

Sosok manusia muda yang biasa disebut Yesus, sepanjang hidupnya memberikan pengajaran layaknya nabi-nabi zaman dahulu. Ia menyampaikan banyak nasehat dan perumpamaan agar hidup manusia berkenan di mata Tuhan.

Yesus pernah memiliki ribuan orang pengikut yang percaya karena mukjizat yang diperlihatkan kepada khalayak banyak. Banyak juga orang sakit disembuhkan dengan kuasa tangannya.

Oleh sebab itu, ahli Taurat dan imam-imam agung serta para penguasa daerah di Yerusalem, mencurigai dan mengkhawatirkan Yesus akan melakukan tindakan politik atau merebut kekuasaan.

Ahli Taurat dan Imam Agung ingin menyingkirkan Yesus. Mereka kemudian menyebarkan berita palsu tentang Yesus. Dan banyak orang percaya terhadap berita palsu itu. Akibatnya, banyak pengikut Yesus pergi meninggalkannya.

Menjelang Yesus ditangkap dan dibawa ke Ponsius Pilatus untuk diadili, nyaris tak ada seorang pun yang berani mengikuti dan membelanya. Bahkan 12 rasul yang dianggap sebagai murid utama juga pergi meninggalkannya karena tidak berani ikut menanggung penderitaan.

Hukuman mati terhadap Yesus pun dijatuhkan. Pada hari Jumat sekitar pukul 15.00, Yesus meninggal karena kehabisan darah akibat penganiayaan dan dipaku di atas kayu salib. Sebelum jasadnya diturunkan, seorang serdadu menombak lambung Yesus untuk memastikan kematiannya.

Melihat Yesus telah mati, datanglah beberapa orang pengikutnya dan ibu kandungnya. Jasad Yesus kemudian dimakamkan dalam kubur batu sebelum hari gelap setelah dibaluri rempah dan dibalut kain kafan.

Kehebohan kembali terjadi pada hari ketiga. Jasad itu tidak ditemukan di kubur batu. Beberapa murid mengaku melihat penampakan Yesus yang bangkit dari kematian.

Ada juga murid yang bernama Tomas berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Sekitar tujuh hari berikutnya, Tomas sedang berkumpul bersama murid-murid Yesus di suatu rumah yang terkunci. Mereka masih takut dan khawatir dengan para tentara Romawi sejak penyaliban Yesus.

Tiba-tiba, Yesus menampakkan diri ke tengah-tengah mereka. Katanya Yesus, “Salam Sejahtera bagi kamu. Janganlah takut! Akulah ini. Sentuhlah Aku dan lihatlah, hantu tidak memiliki daging dan tulang seperti yang kamu lihat pada-Ku."

Yesus juga menghampiri Tomas dan berkata, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Karena penampakan itu, Tomas pun percaya. Iman Tomas kembali tumbuh dan yakin bahwa Anak Tuhan itu telah bangkit dan mengalahkan kematian.

Kata Yesus kepada Tomas,  "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Peristiwa penampakan Yesus kepada Tomas dan murid-murid lainnya, dirayakan gereja sebagai hari Kerahiman Ilahi. Dalam sistem kalender liturgi Gereja Katolik-Roma, biasanya jatuh pada minggu ke-2 perayaan Paskah.

“Kebiasaan ini berlaku sejak tahun 2000. Kala itu, Paus Yohanes Paulus II menetapkan Minggu Paskah ke-2 sebagai hari Pesta Perayaan Kerahiman Ilahi,” kata RD Mikael Endro Sutanto dalam kotbah misa di Gereja Katedral Bogor, Jawa Barat pada Minggu (28/4/2019).

“Perayaan ini adalah perayaan iman gereja untuk mengajak seluruh umat Kristiani agar senantiasa mengandalkan Tuhan dalam suka dan duka dan sepanjang masa hidupnya,” tegas Imam Katolik yang biasa dipanggil Romo Endro.  

Editor : Taat Ujianto