• News

  • Religi

Kemenag Sambut Magha Puja, Hari Besar Umat Buddha

Hari Magha Puja di Thailand (Watpo)
Hari Magha Puja di Thailand (Watpo)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menyambut Magha Puja 2561/2017, Direktorat Jendral Bimas Buddha mengadakan puja bhakti di gedung Kementerian Agama (Kemenag), seperti dilansir dari laman Kemenag, Sabtu (28/1/2017).

Magha Puja adalah salah satu dari empat hari besar umat Buddha. Tiga lainnya adalah Tri Suci Waisak, Kathina dan Asadha. Magha Puja merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Agama Buddha yang terjadi di bulan Magha. Peristiwa itu adalah berkumpulnya 1.250 para Bhikkhu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu karena mereka telah mencapai tingkat kesucian dan memiliki kemampuan abhinna.

Pada peristiwa itu, mereka ditabiskan dengan ucapan Ehi Bhikkhu. Sang Buddha juga mengabarkan Ovadapatimokkha kepada mereka. Magha Puja diperingati setiap tahun oleh umat Buddha untuk mengenang dan merenungkan peristiwa agung yang terjadi pada bulan Magha.

YM Bhante Khanit Samano mengingatkan umat Buddha untuk senantiasa melakukan perbuatan baik d setiap kesempatan. Menurutnya, moment Magha Puja dan menyambut tahun baru Imlek ini merupakan kesempatan baik bagi semua.

"Seperti badan kita yang mengandung empat unsur yaitu, tanah, air, api, dan angin. Di mana lima unsur kehidupan di sebut jasmani dan rohani saling mengisi dan bergantungan. Orang yang sering berbuat baik seperti memasang pelampung dan tidak mudah tenggelam. Tetapi orang yang tidak pernah berbuat baik maka pelampung akan kempes dan tenggelam," pesannya.

"Mari kita menanam jasa kebajikan dengan berdana, menjaga sopan santun (sila), melatih konsentrasi (Samadi), dan memiliki kebijaksanaan," lanjutnya.

Bhante Khanit mencontohkan, orang bisa berdana dengan memberikan maaf kepada orang lain melalui pikiran, berdana dengan mendoakan semoga semua makhluk hidup berbahagia, berdana melalui tenaga sesuai kekuatan yang ada. "Mari kita isi batin kita dengan cinta kasih dan kebahagiaan," pesan Bhante.

Plt. Dirjen Bimas Buddha Nur Syam mengapresiasi komitmen keagamaan jajaran Ditjen Bimas Buddha. Di tengah-tengah melaksanakan tugas birokrasi, mereka tetap melakukan kegiatan rohani. "Ini luar biasa dan membawa pengalaman spiritual untuk kemajuan Bangsa dan Negara RI, khususnya Kementerian Agama," tegas Nur Syam.

Sebagai pelayan bagi masyarakat dan umat, jajan Ditjen Bimas Buddha selalu meminta doa restu kepada Bhikkhu Sangha yang sudah tercerahkan. Menurutnya, para Bhikkhu Sangha bisa menjadi teladan birokrasi dalam melakukan tugas pendampingan agar bisa lebih dekat dengan masyarakat. Birokrasi adalah pelayan umat.

"Niscaya arahan, doa akan menyertai kita dalam membangun dinamika agar dapat menjalankan amanah dengan selamat," katanya.

Menurut Sekjen Kemenag ini, kunci sukses bekerja ada tiga, yaitu: kerja keras, komunikasi, dan koordinasi. Agar masyarakat puas, maka aparatur harus bekerja keras. "Tingkatkan komunikasi lisan berbasis hati dan koordinasi antar kita dan masyarakat,”.

Kegiatan yang dihadiri Plt. Dirjen Bimas Buddha Nur Syam ini, di ikuti seluruh pejabat dan pegawai Ditjen Bimas Buddha. Tampak hadir juga Bikkhu Sangha dan pengurus Yayasan Hemadhiro Metavati Jakarta. Selain memanjatkan doa, puja bhakti juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial menyambut tahun baru Imlek 2568.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang