• News

  • Religi

Kemenag Awasi Ketat Penyelenggaraan Haji PT Sabika Alharamain

Kemenag, awsi ketat penyelenggaraan haji PR Sabika Alharamain. (Ilustrasi: Bimas Islam)
Kemenag, awsi ketat penyelenggaraan haji PR Sabika Alharamain. (Ilustrasi: Bimas Islam)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebanyak 63 jemaah umrah diduga mendapatkan pelayanan yang tidak baik dari salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), PT Sabika Alharamain. Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengusut peristiwa ini dan siap memberikan sanksi sesuai aturan jika terbukti ada penelantaran.

Tim pengawas, lanjut Muhajirin, juga menemukan indikasi adanya pemberian fasilitas oleh PT Sabika Alharamain kepada biro perjalanan wisata yang tidak punya izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Pihaknya masih menelusuri kebenaran indikasi tersebut. Kepada para PPIU, Muhajirin meminta agar mempelajari peraturan terkait penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan mematuhinya agar peristiwa serupa tidak menimpa jemaah umrah. 

"Kami sesalkan terjadinya peristiwa ini. Apalagi, hal ini dilakukan oleh PPIU yang baru mendapatkan izin operasional pada awal tahun ini. Kita akan usut dan jika terbukti pasti akan kami berikan sanksi," tegas Muhajirin usai menerima PT Sabika Alharamain di Jakarta, seperti dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (5/5/2017).

Menurut Muhajirin, berdasarkan informasi yang diperoleh, termasuk dari Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji di KJRI Jeddah, setidaknya ada tiga hal layanan buruk yang diterima para jemaah, yaitu penundaan jadwal keberangkatan, transit penerbangan, dan penundaan kepulangan. Jemaah yang sedianya diberangkatkan pada 15 April diinapkan di losmen dekat bandara Soekarno Hatta hingga 24 April.

Sebagian jemaah ada yang diberangkatkan ke Malaysia terlebih dahulu dan menunggu di sana hingga 8 hari sebelum diterbangkan ke Arab Saudi dengan Maskapai Malindo. Jadwal kepulangan yang direncanakan tanggal 2 Mei juga tidak terrealisasi.

Direktorat Umrah dan Haji Khusus telah memanggil PT Sabika Alharamain untuk memberikan klarifikasi. Kepada Tim Pengawas Umrah yang dipimpin Deny Fathurrahman, lanjut Muhajirin, manajer operasional PT Sabika Alharamain Usman mengatakan bahwa seluruh jemaah saat ini telah diterbangkan kembali ke Tanah Air. Usman membenarkan bahwa sebagian besar menggunakan uang pribadi dan PT Sabika Alharamain berjanji akan mengembalikan uang tiket kepulangan mereka.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani