• News

  • Sisi Lain

Toba Mendadak Jadi Kolam Bangkai, Warga: Pertanda Akan Ada Bencana

Ratusan ton ikan mati di Danau Toba
Foto: Minews.id
Ratusan ton ikan mati di Danau Toba

MEDAN, NETRALNEWS.COM – Meski misteri 100 ton ikan mati mendadak di keramba apung Danau Toba sudah tersingkap, namun kejadian itu masih menyisakan pendapat beraroma mistis bagi sejumlah orang.

Salah satunya adalah pendapat Rico Sembiring (50). Kepada Netralnews, Jumat (23/10/20) salah satu warga yang pernah tinggal lama di wilayah Danau Toba mengatakan bahwa bisa jadi kejadian itu merupakan pesan akan adanya bencana selama musim penghujan.

“Alam di Danau Toba itu memiliki bahasa yang unik. Menurutku, kematian ikan ada hubungannya dengan perubahan cuaca dan dampaknya itu berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, tak hanya di Sumatera,” tuturnya.

Pria yang besar di wilayah Toba kemudian merantau di wilayah Bogor, Jawa Barat ini punya pandangan lebih lanjut.

“Saat ini memasuki musim penghujan. Kejadian ratusan ton ikan mati, bagi saya adalah pesan bakal ada bencana alam di sejumlah daerah. Entah itu tanah longsor, banjir, dan sebagainya. Itu logis kok, bukan saya paranormal dan penganut mistis,” lanjutnya.

“Iya benar, soal misteri, saya memang sudah tahu. Soal ikan mas penunggu danau dan sebagainya, dan sebagainyalah. Kan saya besar di sana, jadi tahulah,” imbuh Rico.

“Jadi, menurutku, yang terpenting adalah waspada, waspada, dan waspada. Bagi yang rumahnya di bawah bukit, baik di Sumatera maupun di Jawa, cek kondisi tanah. Jangan sampai tiba-tiba tanah longsor tapi tak tahu sebabnya. Itu contoh logisnya,” kata Rico.

“Kalau khusus  warga di sekitar Danau Toba, harapan saya ya semoga warga memperhatikan dampak buruk limbah-limbah yang semakin mencemari danau. Sumber limbah kan didominasi oleh limbah domestik, jadi ya mutlak harus diatasi. Kalau ndak diatasi ya (kematian ikan secara massal, red) setiap tahun akan berulang,” jelas Rico.

Ketika ditanya pendapatnya soal siluman ikan mas apakah tidak ikut mati karena bencana terakhir, Rico menjawab: “Wah, ya ndaklah. Itu kan ikan siluman penunggu Danau. Ndak mati oleh limbah lah…” pungkas Rico.

Sudah Berulangkali terjadi

Sebelumnya diberitakan, fenomena ikan-ikan mati mendadak ini bukanlah yang pertama terjadi. Pada 2018, setidaknya ada sekitar 180 ton ikan diperkirakan mati.

Sementara itu, pada 2015, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK saat itu, Karliansyah, mengungkapkan pernah ada pengecekan kondisi Danau Toba yang dilakukan oleh pihaknya pada 2014. Kala itu penyebabnya adalah organik dari bekas pakan yang menyebabkan ikan mati massal.

Pemkab Samosir mengungkap dugaan penyebab 100 ton ikan di Danau Toba mati mendadak. Ikan-ikan di keramba apung warga itu diduga mati akibat angin kencang yang memicu putaran air di Danau Toba.

"Ikan mati akibat angin kencang sehingga ada putaran air di bawah danau," kata Kepala Dinas Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak seperti dilansir Detik.com, Jumat (23/10).

Dia mengatakan air yang berputar itu membuat air keruh naik ke atas. Kondisi tersebut menyebabkan ikan-ikan itu kekurangan oksigen.

"Air keruh naik ke atas menerjang ikan di keramba membuat ikan susah bernafas karena kekurangan oksigen," ucapnya.

Untuk mencegah ikan yang mati terus bertambah, keramba-keramba warga digeser ke tengah danau yang airnya lebih dalam. Ikan-ikan yang mati dimasukkan ke karung lalu diangkut dengan truk untuk dikubur di Huta Tinggi.

Mitos pertanda bencana

Mengenai mitos pertanda bencana di Danau Toba, lebih sering jika dihubungkan dengan penangkapan ikan mas raksasa.

Konon kejadian penangkapan ikan mas raksasa di Danau Toba bisa mendatangkan celaka.

Beberapa waktu silam kapal motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, tepatnya pada Senin, 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.15 WIB. Kalau itu beredar pula cerita berbau mistis.

Pasalnya, sehari sebelum kapal tenggelamnya, warga menangkap ikan mas raksasa seberat 14 kilogram di Danau Toba. Ikan tersebut dibawa pulang ke rumah, kemudian dimasak dan disantap warga. Esok harinya, Senin (18/6/2018) KM Sinar Bangun tenggelam sekitar pukul 17.15 WIB.

Dinukil Pojoksatu, Budayawan muda Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait percaya bahwa tragedi kapal tenggelam di Danau Toba tidak semata-mata karena faktor alam dan kelalaian manusia.

Rismon pun mengaitkan peristiwa itu dengan penangkapan ikan mas raksasa di Dana Toba. Menurut dia, ikan itu ditangkap warga di Danau Toba pada tanggal 17 Juni 2018 pukul 16:30.

Tragedi ini menyebabkan ratusan orang tenggelam. Hingga Kamis (21/6/2018) korban hilang sebanyak 185 orang. Sedangkan korban selamat 21 orang dan korban meninggal dunia 3 orang.

Tragedi kapal tenggelam mengingatkan kembali pada cerita mistis Danau Toba yang dipercaya warga setempat. Salah satunya terkait keberadaan ikan mas raksasa.

Menurut cerita rakyat yang diyakini secara turun menurun menyebutkan bahwa di Toba ada sosok tiga ekor ikan mas yang sangat besar dengan warna khas Batak (Bonang Manalu) yaitu merah, hitam dan putih.

Menurut pengakuan masyarakat sekitar, mereka acap kali melihat ketiga ekor ikan berukuran berbeda antara 5-10 meter melintasi danau.

Nelayan di perairan Toba selalu gelisah saat rombongan ikan itu lewat karena kerap kali merusak perangkap jala mereka. Konon katanya ketiga ekor ikan itu adalah penunggu Toba yang telah ada selama ratusan tahun silam.

Apakah peristiwa itu benar adanya, atau hanya cerita rakyat, silakan nilai sendiri.

Editor : Taat Ujianto