• News

  • Sisi Lain

Misteri Gedung Wali Kota Jakarta Selatan

Kantor Walikota Jakarta Selatan (Istimewa)
Kantor Walikota Jakarta Selatan (Istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Februari lalu, tepatnya Jumat (3/2/2017) sekitar pukul 16:30 WIB, seorang pria meloncat dari lantai 14 di Gedung A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan,  Jalan Prapanca Raya Nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia tewas seketika, tergeletak dengan luka di kepala.

Belakangan pria itu diketahui bernama Taufikurrahman alias Viko. Dia  adalah tahanan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan, yang berupaya melarikan diri.

Entah bunuh diri atau terjatuh, namun yang jelas, kematian lelaki itu menambah aroma seram Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Selama ini, masyarakat sekitar menyakini di kantor itu penuh kejadian-jadian gaib. Ya, maklum saja, kantor wali kota itu berdiri di atas tanah yang dahulunya adalah area pemakaman. Dulu, area itu terkenal sebagai Tempat Pemakaman  Umum (TPU) Blok P, Prapanca.

Area pemakaman itu kemudian digusur. Kerangka mayat yang berada di liang lahat di area itu lalu dipindahkan. Dan, di bekas area pemakaman itu berdiri Gedung Wali Kota Jakarta Selatan. Dari lima gedung yang direncanakan, sejak 1998, saat gedung tersebut dibangun, baru tiga menara yang berdiri.

Di belakang gedung masih ada makam Ade Irama Suryani, korban G-30 S/PKI, satu-satunya makam yang masih tersisa. Di makam itu dibuat monumen, mengenang Ade Irma Suryani yang menjadi korban dari keganasan PKI. Inilah nisan putri Jenderal Besar AH Nasution, yang lahir pada 19 Februari 1960 dan menghembuskan napas terakhir pada 6 Oktober 1965.

Dia tewas  terkena terjangan enam biji timah panas pasukan Cakrabirawa pada 30 September 1965 di depan kamar tidur utama rumah orang tuanya. Pak Nas sendiri yang menjadi target Cakrabiwara oleh istrinya Johana, dibantu untuk kabur melalui pintu belakang. Ajudan Pak Nas yang juga tinggal di rumah itu, Kapt Pierre Tendean ikut menjadi korban penculikan pada malam yang dikenal dengan Gerakan 30 September.

Mungkin karena didirikan di atas tanah bekas kuburan, banyak cerita seram menelingkupi gedung Walikota Jakarta Selatan. Seorang karyawan bercerita, saat lembur tiba-tiba kerap tercium bau wangi bunga. Bahkan, beberapa kali sering terdengar suara telapak kaki berjalan. "Belum lagi, lift sering naik turun sendiri tanpa ada yang mencet," ujarnya, yang tidak bersedia disebut namanya.

Penjaga malam sering melihat sekelebat orang berjalan. Ketika ditegur, sosok itu-tiba menghilang. Penampakan makluk ghaib sering terlihat, baik di halaman kantor walikota maupun di belakang gedung. Jika ada angin cukup kencang, sering pula tercium bau bangkai menyengat, terutama di basemen 2.

Pernah ada suatu kejadian,  pada 18 Februari 2008,  Toyota Altis milik pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), jatuh di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Aroma mistis juga tercium kental di balik peristiwa jatuhnya Altis dari basement 1 ke basement 2. Ada yang menyebut, jatuhnya Toyota itu karena ada yang menggerakan sendiri.

Tante Enung, warga Jalan Kirai, bercerita saat lari pagi menjelang subuh, dia pernah dilempari pasir. Padahal di depan kantor wali kota sangat sepi, tak ada orang. Bahkan, pernah juga dia mengaku mendengar suara orang bercakap-cakap, di depan drive thru ATM Mandiri. Anehnya, tak terlihat satu orang pun di sana.

Kadang para tukang ojek yang mangkal di sekitar Kantor Wali Kota sering melihat penampakan makhluk halus. Wujudnya kerap perempuan muda, kadang anak-anak kecil tak dikenal keluar dari halaman kantor. Padahal tidak ada seorangpun yang melihat mereka masuk. Para tukang ojek sudah kenyang menyaksikan kejadian itu.

Ingin uji nyali? Datanglah ke sana persis saat tengah malam.

Editor : Wulandari Saptono