• News

  • Video

Petani Ikan Bogor Tak Miliki Hari Depan? #BimaArya, Please!

embed-youtube:https://www.youtube.com/embed/1YgvAogDVXk:/embed-youtube

KOTA BOGOR, NETRALNEWS.COM - Kabar tidak mengenakkan datang dari Balai Benih Kota Bogor, Tanah Sareal Kota Bogor. Hal ini disampaikan oleh  salah satu Petani Kota Bogor Abdul Gofur.

Kata Abdul, dulu petani perikanan membuat Kelompok Mina Kencana Lestari. Kelompok itu merupakan pecahan dari Kelompok Bina Lestari yang dia pimpin, tapi sayang kelompok itu seakan bubar tanpa intruksi seiring berjalannya waktu.

Bukan tanpa alasan, itu terjadi sebagai dampak dari alih fungsi lahan pertanian yang kini menjadi perumahan. Padahal, profesi petani adalah profesi regenerasi dari orang tua pada anak yang turun temurun.

"Sekarang tidak bisa lagi tanam jamu, tidak bisa ternak ikan, karena ketika butuh air tidak pernah ada. Ketika tidak butuh air, banjir datang nggak ketulungan," kata Abdul baru-baru ini pada Netralnews.

Keadaan itu terjadi karena dampak adanya perumahan di hulu, sedangkan para petani berada di hilir. "Muntah semuanya (air) kalau banjir," sambung dia.

Lebih lanjut dia akui, sempat ada Kelompok Wanita Tani untuk mengolah hasil pertanian. Tetapi sayang, tidak ada lagi yang bisa diolah.

"Fillet ikan misalnya. Mau bertani ikannya di mana? Empang terkubur jadi rumah. Saat butuh air tidak ada, tetapi ketika tak butuh air malah kebanjiran," tegas dia.

Akibatnya, banyak para petani juga yang beralih profesi. Diantaranya jadi kuli, hingga sudah tua dan tidak bisa menurunkan profesi petani pada anaknya seperti dulu.

Tetapi tidak berlaku bagi Abdul, dia sampai sekarang tetap setia pada profesi petani. Dia memutar otak, mencari varietas yang bisa ditanam di tempat sempit, tetapi tetap bisa menguntungkan.

"Sekarang sedang muncul ide baru, tanam tanaman obat. Setiap ada kehidupan kan ada obat, dan harganya lumayan," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Taat Ujianto