• News

  • Wisata

Inilah Tempat Wisata yang Aman di Masa Pandemi

Jalan menuju Pantai Melasti melewati tebing nan cantik.
Netralnews
Jalan menuju Pantai Melasti melewati tebing nan cantik.

NUSA DUA, NETRALNEWS.COM - Banyak dari masyarakat yang masih ragu untuk mengadakan wisata atau jalan-jalan ke luar kota. Padahal, sebenarnya tempat wisata dan dunia penerbangan sudah bekerja keras dan menerapkan protokol kesehatan.

Bukti nyata, Garuda Indonesia yang melakukan banyak pembenahan. Sebut saja, mulai dari di Bandara, Anda benar-benar harus melakukan jaga jarak dengan teratur. Jangan pernah lupa mengenakan masker.

Bukan hanya itu, para anak kabin pun sudah menerapkan protokol kesehatan dan berkali-kali melalui pengeras suara mengingat para penumpangnya untuk tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Tak ketinggalan sebelum penumpang masuk, seluruh isi pesawat sudah disemprot disinfektan. Satu lagi yang dilakukan Garuda Indonesia adalah jarak kursi yang tak lagi berdekatan.

Sementara di tempat wisata, Bali benar-benar sudah siap menyambut para wisatawan. Protokol kesehatan lagi-lagi sudah dijalankan dengan baik. Memasuki area wisata, Anda diwajibkan mencuci tangan lebih dulu lalu diukur suhu. Soal jaga jarak, sudah pasti.

Sebut saja Pantai Melasti yang luas dan indah ini saja misalnya, Anda tak diperkenankan lepas masker, dan selalu harus jaga jarak. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi untuk berwisata, terutama ke pulau Bali yang sudah sangat siap menyambut kedatangan para wisatawan.

Tagline #BaliBangkit, #DiIndonesiasaja, I#ndonesiaCare merupakan yang digemakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo menekankan pentingnya berbagai upaya atau program sinergi yang tengah dan akan dilaksanakan pihaknya untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19.

Angela mengatakan pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terpuruk. Menurut data Organisasi Wisata Dunia (UNWTO), sejak Januari hingga Juni 2020 pariwisata dunia kehilangan 440 juta turis.

“Indonesia diperkirakan kehilangan devisa sebesar 14,5-15,8 miliar dolar AS karena adanya penurunan kunjungan wisatawan mancanegara. Keterpurukan ini dikarenakan sektor pariwisata sangat mengandalkan pergerakan manusia,” kata Angela.

Oleh karena itu, Angela menuturkan pihaknya mengeluarkan berbagai kebijakan dan bantuan untuk membantu para pelaku pariwisata yang terdampak oleh pandemi ini. Di antaranya dengan membantu likuiditas usaha melalui fasilitasi relaksasi fiskal, pemanfaatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendukung akses permodalan, insentif listrik berupa relaksasi tarif minimum listrik, dan pemanfaatan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri dan untuk tenaga kesehatan.

Editor : Sulha Handayani