• News

  • Olahraga

Indonesia Kuat atau Loyo? Lihatlah pada Prestasi Olahraga

Atlet Indonesia saat persiapan menghadapi SEA Games.(dok/Ist)
Atlet Indonesia saat persiapan menghadapi SEA Games.(dok/Ist)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam setiap perhelatan olahraga, seperti Olimpiade, Asian Games atau SEA Games, di situ kita bakal menyaksikan siapa yang terkuat, tercepat, terindah, tertinggi, dan sebagainya.

Dari situlah kita bisa mengetahui bahwa perhelatan olahraga itu digiring ke fungsi dan peran yang lebih luas dan lebih mulia, misalnya bukan lagi ke sasaran keunggulan fisik, melainkan sebagai sebuah perhelatan yang dapat memupuk kebersamaan, persaudaraan dan perdamaian. 

Sehingga, baik sebagai pengelola atau penyelenggara, atau peserta lomba atau permainan, semuanya ingin merajut kemuliaan dan kehormatan bangsa. 

Maka, di sini jelas, cermin kepribadian seorang atlet di lapangan dapat dikatakan sebagai cermin kepribadian suatu bangsa dari keberadaan sang atlet. Demikian juga para penyelenggara yang kurang beres, yang menciptakan banyak keanehan demi menguntungkan negara penyelenggara juga  adalah  cermin kurang beresnya negara tersebut.

Sebuah bangsa apakah kuat atau loyo, dapat ditakar dari sebuah perhelatan olahraga yang diselenggarakan, berprestasi baik atau tidak, sukses atau gagal, semuanya tercermin dari dalam arena pertandingan, bahkan tercermin pula dari keberhasilan penyelenggaraannya. 

Penulis teringat akan tulisan sebuah iklan pada Olimpiade 2004, “Sekadar mengingatkan. Dalam arena Olimpiade, Anda tidak perlu menjadi nomor satu, untuk menang. Sebuah pesan yang multimakna. Bahwasanya, dalam Olimpiade, arena olahraga akbar tersebu, merebut medali emas adalah satu hal. Tetapi, perjuangan dengan kesungguhan, penuh darah dan air mata untuk mencapainya adalah hal lain.

Di sini, benar apa yang dikatakan oleh Robert Kennedy di depan United Stated (1960), “Olahraga dapat dipandang sebagai suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana nama suatu bangsa di mata internasional.”

Sama halnya juga kata Richard von Veisacher, Presiden Republik Jerman (1985) dalam sebuah kata sambutan pada pertemuan Komite Olympiade Nasional Jerman tentang olahraga, bahwa sukses yang memesona dalam olahraga modern ini, pertama, merupakan sebuah bentuk budaya, dan kedua, logika yang melekat di dalamnya, membangun daya dorong, seperti yang tersirat dalam motto Olympiade, “cotius, forties dan altius, menjadi yang terbaik, tercepat dan tertinggi.

Maka, menjadi sangat disayangkan, jika bangsa ini tidak serius mengelola bidang olahraga ini untuk membangun citra bangsa Indonesia di mata dunia internasional.  Dan akan jauh lebih memprihatinkan lagi jika dalam perhelatan Asian Games yang tinggal 14 bulan lagi ini Indonesia belum juga menata secara serius, baik dan benar sehingga hasil maksimal pun tidak kita capai. 

Maka, untuk kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia internasional, perhelatan Asian Games yang tinggal 14 bulan lagi ini kita persiapkan dengan baik, baik dari sisi penyelenggaraan sebagai tuan rumah maupun sebagai peserta olahraga yang siap bertarung di arena olahraga. 

Perubahan, perombakan, bahkan revolusi  sistem dan manajemen olahraga harus segera dilakukan, dan sudah sangat mendesak. Ini sebuah keharusan, karena inilah pertarungan sekaligus pertaruhan kehormatan dan harga diri kita sebagai sebuah bangsa yang besar dan terhormat. 

 

 

 

 

 

Penulis : Thomas Koten
Editor : Widita Fembrian