• News

  • Olahraga

Edisi 2017 dan 2018 Sudah, Kevin/Marcus Diharapkan Menangi Lagi All England 2019

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
PBSI
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

JAKARTA, NNC - Pelatih sektor ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi berharap pasangan atlet Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dapat merebut gelar ketiga dalam turnamen All England pada 2019.

"Kami bahagia karena mereka adalah satu-satunya pasangan dari Indonesia sejak perempat final sementara dari negara lain punya lebih dari satu wakil. Kami puas dan itu menjadi tantangan pada tahun depan," kata Herry dalam jumpa pers penyambutan Kevin/ Marcus di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Selasa (20/3/2018) malam.

Herry mengatakan keberhasilan pasangan peringkat pertama dunia pada nomor ganda putra itu merupakan keberhasilan tim pelatnas PBSI terutama pada sektor ganda putra.

Marcus mengaku permainannya bersama Kevin dalam All England 2018 lebih tenang dibanding keikutsertaan mereka pada All England 2017.

"Kami tidak terburu-buru dalam bermain meskipun masih ada ketegangan. Kami juga mampu mengendalikan pola permainan dibanding sebelumnya," ujar atlet asal klub bulutangkis Tangkas Jakarta itu.

Marcus juga mengucapkan terimakasih kepada para penonton asal Indonesia yang telah mendukung permainannya bersama Kevin selama bertanding dalam All England 2018.

Selain mengulang keberhasilan pasangan Rexy Mainaky/Ricky Soebagja pada 1996 yang mempertahankan gelar dalam All England, Kevin/ Marcus juga menjadi pasangan atlet Tanah Air yang berhasil mengoleksi poin hingga 100.000 dalam turnamen bulu tangkis internasional.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PBSI Wiranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin yang juga menjadi Komandan Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018 turut menjemput kedatangan Kevin/ Marcus di Bandara Soekarno-Hatta.

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Widita Fembrian