• News

  • Olahraga

Gagal di Empat Turnamen Beruntun, PBSI Nilai Daya Juang Minions Menurun

Saat menghadapi Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe di final Badminton Asia Championships 2019 di Tiongkok, Minions takluk 18-21 dan 3-21.
tribunnews
Saat menghadapi Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe di final Badminton Asia Championships 2019 di Tiongkok, Minions takluk 18-21 dan 3-21.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim pelatih ganda putra bulu tangkis Indonesia memberika evaluasi usai kegagalan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon jadi juara di ajang Badminton Asia Championship2019. Ganda nomor satu dunia itu yang biasa disebut media dengan Minions penampilannya terus menurun sehingga gagal merebut gelar dalam empat turnamen berturut-turut.

Mereka gagal pada All England, Malaysia Open, Singapore Open dan Badminton Asia Championships 2019.

"Kelebihan mereka adalah punya fighting spirit yang luar biasa, mentalnya juga, tapi menurut saya sekarang sudah menurun," kata asisten pelatih ganda putra PBSI Aryono Miranat dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Dalam triwulan pertama 2019, Kevin-Marcus memegang dua gelar juara dari Malaysia Masters dan Daihatsu Indonesia Masters, serta masih bertengger pada peringkat pertama dunia.

Jika dibandingkan dengan dua tahun silam, saat Minions menguasai sebagian besar turnamen-turnamen elite, performa Kevin-Marcus saat ini menurun.

Bahkan saat menghadapi Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe yang merupakan peringkat lima dunia pada final Badminton Asia Championships 2019 di Tiongkok, Minions takluk 18-21 dan 3-21.

Kekalahan ini pun dinilai sebagai buntut dari menurunnya semangat juang Minions saat berada di lapangan.

"Lawan memang lebih bagus dari segi strategi permainan dan pertahanan mereka kuat. Sedangkan menurut saya, penampilan Kevin-Marcus memang secara garis besar menurun dari dua-duanya, baik Kevin maupun Marcus," papar Aryono.

Kesulitan yang dihadapi Minions di lapangan dinilai akibat semakin ketatnya persaingan ganda putra, sebagaimana penjelasan yang mereka sampaikan usai memenangkan perempat final Badminton Asia Championships 2019.

"Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi kan lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban. Walaupun diunggulkan tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja," ujar Marcus, Kamis (25/4).

Kevin sendiri merasa mereka telah mengeluarkan kemampuan terbaik pada setiap turnamen. Dia tidak ingin melihat ke belakang.

"Kalau tanding kan tidak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan. Fokusnya ke target kami, dan target di tahun depan. Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan olimpiade," pungkas Kevin.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Widita Fembrian