• News

  • Olahraga

Langgar Social Distancing Dengan Menggelar Latihan, Pelatih Liga Inggris Ini Minta Maaf

 Tottenham Hotspur Jose Mourinho
Smart money
Tottenham Hotspur Jose Mourinho

LONDON, NETRALNEWS.COM – Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho mengakui kesalahan karena telah melanggar peraturan pemerintah Inggris tentang social distancingatau pembatasan sosial untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 yang saat ini semakin meluas di Inggris.

Kesalahan itu dibuat Mourinho karena ia menggelar sesi latihan pada Selasa (7/4/2020). Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sang manajer tengah melatih para pemainnya di lapangan jelas melanggar aturan pemerintah tentang social distancing.

Di Inggris, pemerintahnya melarang warga untuk berkumpul dan berdekatan di bawah dua meter. Padahal, bek Spurs Davinson Sanchez dan Ryan Sesegnon malah terekam tengah berlari berdekatan.

Mou terlihat juga mengawasi Tanguy Ndombele, pemain yang memecahkan rekor transfer termahal di Spurs, yang terlihat berlatih terpisah dengan rekan-rekannya. Tottenham benar-benar tak mencoba menutupi pelanggaran ini karena ternyata bek sayap Serge Aurier malah memposting dengan sengaja sebuah video saat ia tengah berlari berdekatan dengan rekan setimnya di Instagram.

Sontak saja video tersebut mendapat cibiran dari netizen dan Mou pun akhirnya mengakui bahwa ia telah melanggar aturan pemerintah di masa pandemi virus corona ini.

“Saya menerima bahwa kegiatan yang kami lakukan ini tidak searah dengan protokol yang ditetapkan pemerintah, dan kami bisa pastikan hanya melakukan kontak dengan anggota tim kami saja,” kata Mourinho seperti dilansir Goal, Rabu (8/4/2020).

“Harusnya kita semua menjalankan peran masing-masing dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk mendukung pahlawan kita di NHS dan dengan begitu artinya juga menyelamatkan nyawa orang lain,” imbuh mantan pelatih Manchester United tersebut.

Kelakuan Mourinho dan para pemainnya ini juga mendapat teguran dari Walikota London, Sadiq Khan. Menurut sang walikota, pelanggaran ini bisa ditiru oleh suporter mereka yang masih muda di London sehingga mereka juga ikut-ikutan untuk tidak berada di rumah saja.

“Perhatian utama saya adalah masyarakat, terutama anak-anak yang mendukung Spurs atau hanya menyukai sepakbola, mugkin mereka melihat video ini, membaca koran, membuka internet, dan kemudian berpikir ‘oh berarti kalau mereka saja boleh, kenapa kita tidak?” kata Khan kepada BBC.

Sebelum membuat kontroversi latihan di masa pandemi ini, Spurs sudah lebih dulu mendapat kritik keras karena memutuskan langsung memotong gaji bagi para staf nya sebesar 20 persen karena krisis ini. Kebijakan itu kemudian ditiru oleh Liverpool sebelum akhirnya Liga Inggris membatalkan keputusan itu. 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati