• News

  • Olahraga

Ini yang Masih Kurang dari Pemain Dunia Sriwijaya FC

Pemain bintang Sriwijaya FC, Tijani Belaid.(dok/Ist)
Pemain bintang Sriwijaya FC, Tijani Belaid.(dok/Ist)

PALEMBANG, NETRALNEWS.COM – Pemain bintang dunia atau “marquee player” milik tim Sriwijaya FC yang juga jebolan Inter Milan, Tijani Belaid (29), dipandang perlu meningkatkan kondisi fisiknya untuk mencapai performa terbaik di Liga 1.

Hal itu diungkapan langsung sang pelatih, Oswaldo Lessa. Ia mengatakan latihan fisik tambahan perlu diberikan kepada pemain asal Tunisia itu karena saat pertama kali merumput bersama timnya saat melawan Bhayangkara FC, terlihat belum mampu bermain untuk dua babak sekaligus.

"Saya sudah bicara dengan pelatih fisik untuk mengenjot kemampuan fisik Tijani karena pada laga perdananya kemarin, sejatinya dia hanya bisa main bagus hanya untuk 20 menit," katanya dilansir dari Antara, Jumat (5/5/2017).

Ia tidak menyalahkan mengapa hal itu terjadi, mengingat Tijani sudah lama tidak berkompetisi di Liga Yunani. Selain itu, pemain berusia 29 tahun itu, setelah resmi diboyong manajemen klub langsung menyusul tim ke Bandung yang sedang bersiap melawan Persib. Kondisinya saat itu belum sekalipun berlatih bersama.

"Dia sebenarnya masih saya tunggu sampai ada pelanggaran, tapi saya lihat dia sudah habis napas jadi terpaksa ditarik," kata pelatih asal Brasil itu.

Secara keseluruhan, Oswaldo menilai Tijani cukup mumpuni karena berperan dalam menciptakan gol balasan, yakni dengan mengirimkan bola persis di atas kepala ke Alberto Goncalves yang langsung disundul untuk kemudian menjadi gol.

Ia menyebut tidak disangkal bahwa penampilan perdananya bersama "Laskar Wong Kito" itu terbilang belum sempurna, karena tim menelan kekalahan 2-1 dari Bhayangkara FC.

"Dengan usia yang masih muda, dan 'skill' serta teknik yang dimiliki, saya optimistis Tijani akan cepat menyesuaikan dan menjadi salah satu pemain yang dapat diandalkan tim," kata dia.

Sriwijaya FC akan melakoni laga ke-5 pada Liga 1 melawan Persiba Balikpapan di Stadion Gajayana, Malang, atau tempat netral karena stadion "home base" lawan direnovasi.

 

Editor : Widita Fembrian