• News

  • Opini

Begini Prinsip Dasar Negara Sekuler Francis

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kalo anda orang Kristen mengatakan Yesus itu lahir dari anak dara Maria, maka orang lain juga punya hak mengatakan Yesus itu tidak lahir dari seorang perawan.

Mereka punya hak menyatakannya dalam bentuk kartun, video, tulisan, dan lain sebagainya. Bahkan, mengolok-olok dengan gambar vulgar senista-nistanya  gambar Yesus, konstitusi Francis menjaminnya.

Sejak dulu Majalah Charlie Hebdoe selalu mengolok-olok perilaku orang beragama. Gak peduli agama apa saja. Mau Katolik. Mau Protestan. Mau Islam. Mereka hajar saja.

Tentu saya tidak berhak mencampuri urusan perasaan orang yang agamanya dilecehkan.

Masing-masing orang pastilah punya kacamata yang berbeda dalam bereaksi atas olok-olok Charlie Heddoe ini.

Itu juga harus kita apresiasi.

Orang Islam marah agamanya dihina, wajar dan harus kita hormati. Kita hargai. Itu juga dijamin UU.

Masalahnya, prinsip dasar konstitusi Francis itu sudah berlaku berabad-abad. Mereka negara sekuler.

Tinggal kita di sini yang kudu bijak melihatnya. Kudu pinter melihatnya.

Artinya, majalah Charlie Hebdoe itu emang menggunakan kebebasan berekspresi itu kebablasan. Itu cara pandang kita. Wong agama Kristen aja dihajar mereka gila-gilaan.

Yang mesti kita pikirkan adalah kepentingan nasional kita. Jangan sampai di sini malah kita sebagai satu bangsa malah jadi cakar-cakaran. Jadi berantem. Bertengkar.

Bagi gua, kalo agama gua Kristen diolok-olok, dihina serendah-rendahnya, ya gua sikapi santuyy aja.

Tapi kalo ada orang yang marah-marah agamanya dihina, ya saya respek juga. Itu masuk akal. Wajar-wajar saja.

Cuma jangan sampe penggal kepala aja sih. Begitu.

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto