• News

  • Peristiwa

Dalami Kasus Suap Dirjen Hubla, KPK Periksa Pegawai Kemenhub

Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
Netralnews/Sesmawati
Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terus melakukan penyidikan terhadap kasus suap Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) nonaktif Antonius Tonny Budiono. Dalam kasus ini penyidik memanggil 2 saksi, salah satunya pegawai dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Iya, kedua saksi dipanggil untuk diperiksa," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (14/9/2017).

Dijelaskan Febri, saksi yang dipanggil yaitu dari Kemenhub itu adalah Kasubdit Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Hubla Wisnoe Wihandani. Sedangkan saksi lainnya, yaitu staf bagian administrasi PT Adhi Guna Keruktama Asep Alfan.

Kedua saksi ini, jelas Febri diperiksa untuk tersangka APK (Komisaris PT Adhi Guna Keruktama, Adiputra Kurniawan). 

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Tonny. Dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, seorang tersangka sebagai pemberi suap, yaitu Adiputra. Suap diberikan diduga untuk urusan perizinan dan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Total uang yang disebut KPK sebagai suap sebesar Rp 20,47 miliar. Duit tersebut disita KPK dari 33 tas yang berisi uang tunai Rp 18,9 miliar. Sisa duit lainnya, yakni Rp 1,174 miliar, berada dalam ATM yang disiapkan untuk membayar 'setoran' kepada Tonny.

Akibat perbuatannya, Adiputra disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. Sedangkan Tonny disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli