• News

  • Peristiwa

Komisi X DPR Kritik Kemendikbud Sering Ganti Kebijakan Kurikulum

Perubahan kurikulum dinilai merepotkan semua pihak.
Nuzarablog
Perubahan kurikulum dinilai merepotkan semua pihak.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dianggap sering ganti-ganti kebijakan kurikulum pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen). Kritik ini datang dari Anggota Komisi X DPR Toriq Hidayat.

Menurut Toriq, kebijakan Kemendikbud kerap berganti membuat repot kalangan guru dan siswa. Yang akhirnya menunjukan pemerintah tidak ada konsep pendidikan berkelanjutan.

“Selama ini perubahan kurikulum sangat merepotkan. Kita butuh grand desain pendidikan yang berkelanjutan. Jika terjadi pergantian menteri tidak perlu ganti kebijakan lagi karena sudah ada grand desainnya,” katanya, dilansir dari laman DPR, Jumat  (29/09/2017).

Toriq, yang juga sebagai poltisi PKS itu menilai saat ini pemerintah seperti mengalami kesulitan dalam merumuskan model yang tepat bagi pendidikan di tanah air.

Hal itu dibuktikan dengan tidak konsistennya kurikulum yang silih berganti sesuai dengan pergantian menteri. Hal ini menandakan pemerintah belum memiliki konsep pendidikan yang berkelanjutan.

Menurut Toriq, Kurikulum 2013  merupakan kurikulum terbaru produk pemerintah yang  terlalu banyak revisi baik dari segi isi maupun materi sehingga menyulitkan pendidik untuk mempelajari dan menggunakannya sebagi pedoman dalam pembelajaran.

Di sisi lain, masih berlakunya dua kurikulum dalam satuan pendidikan yaitu Kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 menyulitkan Guru dalam melakukan pendekatan, strategi, model pembelajaran, materi, serta penilaian yang berbeda dengan tuntutan kurikulumnya.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang