• News

  • Peristiwa

Kiat Mendikbud Ajak Pemprov Sumbang Warisan Budaya Tak Benda

Mendikbud serahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda. (Dok:Muhammadiyah)
Mendikbud serahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda. (Dok:Muhammadiyah)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi yang paling banyak mendapat sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2017.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mengatakan, pemberian sertifikat tersebut bertujuan agar daerah lain sebagai pemilik kebudayaan terpacu untuk mengusulkan kekayaan budayanya agar ditetapkan pelestariannya.

"Agar memacu kita untuk memelihara, mengembangkan, dan mempromisikan khazanah budaya baik yang benda maupun tak benda," kata Muhadjir di malam Perayaan dan Pemberian Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda 2017, Rabu (04/10/2017).

Dari 150 Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan pada 2017, DI Yogyakarta menyumbang 18 warisan budaya mulai dari tari seperti Wayang Topeng Pedalangan, tradisi seperti Tata Cara Palakrama Yogyakarta, busana seperti Blangkon Yogyakarta dan makanan seperti Wedang Uwuh.

Kegiatan ini sedianya telah dilakukan sejak 2013 dan telah menetapkan sebanyak 594 Warisan Budaya Tak Benda.

Muhadjir mengatakan, ada 416 usulan yang masuk melalui sidang penetapan warisan budaya tak benda sejak 21-24 Agustus 2017 di Jakarta, hingga kemudian ditetapkan 150 di antaranya.

Pemberian status Budaya tak Benda menjadi Warisan Budaya Tak Benda didasarkan pada lima domain yakni tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukkan, adat istiadat masyarakat, pengetahuan kebiasaan mengenai alam semesta, dan kemahiran kerajinan tradisional.

"Oleh karena itu perlu kerjasama pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mencari dan menggali khazanah budaya kita yang mungkin sudah terpendam, kita angkat kembali sebagai warisan," tutur Muhadjir.

Penetapan Warisan Budaya Tak Benda merupakan bagian dari apresiasi negara terhadap kebudayaan yang selaras dengan UU No. 5/2017 tentang pemajuan kebudayaan.

"Kebudayaan jadi modal utama kita menuju bangsa besar dengan karakter yang kuat dan tidak akan goyah dengan cobaan," kata Mendikbud.

Editor : Sulha Handayani