• News

  • Peristiwa

Anak Korban Pasutri yang Dibunuh di Benhil Minta Pelaku Dihukum Maksimal

Pasangan suami istri Husni Zarkasih (58) dan Zakiyah Masrur (53)
Pasangan suami istri Husni Zarkasih (58) dan Zakiyah Masrur (53)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gilang berharap para pelaku perampok dan pembunuh kedua orangtuanya, dapat diberikan hukuman maksimal. Anak pertama dari pasangan suami istri ( pasutri) Husni Zarkasih (58) dan Zakiyah Masrur (53) tersebut, juga mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil mengungkap dengan cepat.

"Saya sebelumnya berterima kasih kepada pihak kepolisian, khususnya Polda metro Jaya yang begitu cepat mengungkap kasus ini," terang Gilang di di Jalan Pengairan, Bendungann Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2017).

Ia mengatakan siap memaafkan para pelaku, namun hukuman yang diterima, harus tetap maksimal.

"Harapan saya, pelaku kalau dimaafkan ya dimaafkan tapi hukuman harus maksimal," tegas Gilang.

Sesuai dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, ia harapkan para pelaku dikenakan hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

Pada kesempatan tersebut, ia mengklarifikasi bahwa korban melakukan perampokan dan pembunuhan karena motif masalah pesangon. "Saya klarifikasi dari pihak kami bahwa itu bukan karena masalah pesangon," katanya.

Bahkan setiap karyawan yang ingin meminjam uang, pasti akan diberikan. "Ini juga tidak terkait THR, itu semua sudah dikasih. Pokoknya kita jamin, selama mereka bekerja semua terjamin," terang Gilang.

Untuk diketahui, Ahmad Zulkifli yang menjadi otak perampokan dan pembunuhan pasutri tersebut, merupakan mantan sopir pribadi korban. Pria yang biasa disapa Zul itu telah bekerja selama 15 tahun.

Untuk pelaku Zul ini telah ditembak mati oleh polisi, karena mencoba melawan saat akan ditangkap. Sementara satu pelaku lagi bernama Sutarto juga mantan karyawan korban dan juga telah bekerja hingga puluhan tahun.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono