• News

  • Peristiwa

Sugeng: Polisi Harus Segera Tetapkan Tersangka Kekerasan Seksual Anak TK Mexindo

Sugeng Teguh Santoso
rmol
Sugeng Teguh Santoso

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus kekerasan seksual di Kota Bogor yang menimpa QZ (4), yang telah dilaporkan kepada Polresta Bogor Kota, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/476/V/2017/JBR/Resta Bogor Kota  memasuki babak baru.

Penanganan kasus yang terbilang berlarut-larut tersebut, kini langsung diawasi oleh Polda Jawa Barat. Bahkan, Senin (9/10/2017) telah dilakukan gelar perkara dengan diawasi langsung oleh Polda Jawa Barat di Ruang Gelar Perkara Ditreskrimum Polda Jawa Barat.

Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela, Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/10/2017) menyebutkan, kasus tersebut sejak ditangani Sang Pembela, maka perkara berjalan kembali dengan mekanime science investigasi untuk merespon alat bukti. "Saat ini sudah memasuki babak baru, dengan dilakukannya pengawasan secara langsung oleh Polda Jawa Barat," kata dia.

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan DNA terkait adanya bercak darah pada barang bukti yang dimiliki oleh Polresta Bogor Kota di Labkrim Mabes Polri. Selain itu, juga dilaksanakan pemeriksaan psikis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Pemeriksaan psikis dilakukan untuk mendapatkan bukti adanya trauma psikis yang dialami oleh korban, dan mengetahui pelaku dari tindak pidana kekerasan seksuual kepada anak tersebut," jelas Sugeng

Menurut Sugeng, korban dan pelapor, beserta saksi telah mendapatkan perlindungan langsung dari LPSK. Tim Snag Pembela mengawal mereka hingga mendapatkan dukungan dari lembaga Negara seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan juga Komnas Perempuan.

Sugeng yang juga calon Wali Kota Bogor yang selama ini concern dalam penegakan hukum dan pemenuhan keadilan bagi masyarakat kota bogor menyatakan apresiasainya terhadap langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan oleh Polresta Bogor Kota. Pihak kepolisian semakin serius mengumpulkan alat bukti. "Dengan terkumpulnya alat bukti, maka bisa ditetapkan tersangka dalam perkara ini," katanya.

Sugeng mendorong, Polres Bogor Kota segera penetapan tersangka, karena sejak dilaporkan tanggal 12 mei 2017 sampai saat ini perkara tersebut belum memberikan keadilan bagi korban. Dengan adanya gelar pekara di Polda Jawa Barat diharapkan pelaku sudah dapat dinyatakan sebagai tersangka.

"Segala permasalahan warga harus dapat perhatian dari pemerintah terutama kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang menjadi perhatian di dalam undang-undang perlindungan anak," paparnya.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh lepas tangan dan mengatakan itu bukan ranahnya, melainkan harus proaktif untuk membantu pemgungkapan kasus tersebut. Kemudian memberikan perlindungan kepada anak korban dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak ini, terlebih, karena Kota Bogor mendapatkan predikat dan penghargaan sebagai kota ramah anak.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono