• News

  • Peristiwa

Survei INES, La Nyalla-Anang Bisa Buat Gus Ipul-Khofifah ‘Nyungsep‘ di Pilgub Jatim

Anang Hermansyah (elshinta)
Anang Hermansyah (elshinta)

JAKARTA, NNC - Selain nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indonesia Network Election Survey ( INES) memunculkan tokoh lain yang diinginkan masyarakat untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, yakni La Nyalla M Matalliti, Achshanul Qosasih, Anang Hermansyah, Suyoto dan Nurwiyatno.

Seperti diketahui, dua pasangan yang sudah mendeklarasikan diri yakni Saifful-Azwar Anas yang diusung oleh PKB dan PDI-P, dan Khofifah-Emil Dardak yang di usung oleh NasDem, Golkar, Partai Demokrat, PPP dan HANURA.

Sedangkan tiga partai yang mempunyai kursi di DPRD I Jawa Timur yaitu Gerindra, PAN dan PKS, belum menentukan pilihan tokoh mana yang akan diusung.

Adapun nama La Nyalla, Achshanul, Anang, Suyoto dan Nurwiyatno itu muncul, setelah INES melakukan survei dari aspek kepedulian masyarakat terhadap Pilgub Jatim dan persepsi masyarakat terkait popularitas, akseptabilitas, kapabilitas dan elektabilitas terhadap kedua pasangan calon yang telah di usung oleh partai-partai dan tokoh-tokoh yang berpotensi menjadi pesaing kedua calon yang telah memiliki kendaraan politik.

Hasilnya, apabila ditarik simulasi dengan pasangan calon Khofifah-Emil, Saifullah-Azwar Anas, La Nyalla - Anang, terlihat dari perolehan suara dua pasangan yang telah diusung partai, menemui lawan yang sepadan, yaitu La Nyalla - Anang.

"La Nyalla-Anang berhasil memperoleh 26,7 persen suara masyarakat Jawa Timur sementara Khofifah-Emil 26,6 persen dan Saifullah-Anas 24,4 persen,' ujar Affan.

Menurutnya, La Nyalla-Anang memperoleh suara yang sangat besar dikarenakan latar belakang La Nyalla Sebagai Ketua Umum PSSI yang dimana masyarakat Jawa Timur sangat menyukai olahraga sepak bola. Latar belakangnya sebagai pengusaha juga sangat disukai masyarakat Jawa Timur dibandingkan Latar Belakang politisi, dan Anang sebagai tokoh yang populer juga memberikan dampak yang cukup signifikan pada perolehan suara mereka.

Untuk simulasi pasangan Khofifah-Emil vs Saifullah-Anas vs La Nyalla - Suyoto. Perolehan suara pasangan La Nyalla-Suyoto hanya 25,1 persen tingkat elektabilitasnya sekalipun Latar belakang Suyoto yang merupakan bupati Bojonegoro dianggap sangat cocok melengkapi La Nyalla yang berlatar belakang sebagai pengusaha.

“Suyoto dan Anas yang merupakan Kepala Daerah 2 Periode memberikan kepercayaan pada masyarakat, sementara Emil yang baru menjabat dan akan mencalonkan sebagai Wakil Gubernur justru mengalami penurunan jika ditampilkan sosok Suyoto dan Khofifah –Emil dardak unggul dengan elektabilitas 25,3 %,” tukasnya.

Simulasi selanjutnya diuji pasangan Khofifah-Emil, Saifullah-Anas dan La Nyalla- Nurwiyatno. Perolehan suara masing-masing pasangan adalah Khofifah-Emil 25,4 persen, Saifullah-Anas 23,7 persen, La Nyalla-Nurwiyatno 23,3 persen sedangkan abstain 18,6 persen.

“Persaingan ketat terjadi pada simulasi terakhir, perolehan suara yang hanya sedikit perbedaan dengan swing voters 27,6 persen masih memungkinkan siapapun untuk memenangkan Pilgub Jawa Timur. Nurwiyatno yang memiliki latar belakang belakang birokrat ternyata kurang mampu mendongkrak perolehan suara La Nyalla,” ungkap Affan.

Sosok La Nyalla yang merupakan seorang pengusaha, menambah pilihan masyarakat Jawa Timur dan mampu mengurangi swing voters. Khofifah dan Saifullah yang dikenal oleh masyarakat sebagai politisi yang kuat di Jawa Timur mampu diimbangi oleh sosok pengusaha yang merupakan cerminan masyarakat Jawa Timur ingin ada perubahan di sektor Ekonomi.

“Tokoh La Nyalla yang berlatar belakang pengusaha sangat cocok disandingkan dengan 3 tokoh yang berasal dari latar belakang berbeda. Dari berbagai simulasi pertarungan antara pasangan calon kepala daerah Jawa Timur selain Khofifah-Emil dardak dan Saifullah-Abdullah dikompetisikan dengan 6 pasangan simulasi La Nyalla merupakan tokoh yang bisa menyaingi tingkat elektabilitas kedua pasangan yang sudah diusung oleh parpol selain PAN, Gerindra dan PKS,” tegasnya.

Dijelaskan Affan, sekalipun pasangan calon kepala daerah Jawa Timur selain Khofifah Indar Parawansa –Emil Dardak unggul di dua simulasi dengan La Nyalla yang dipasangan dengan Nurwiyatno-Suyoto dan Saifullah Yusuf – Abdullah Azwar Anas, tetapi rata rata pemilih yang belum memberikan suaranya atau belum punya pilihan masih berada dikisaran 22 -27 persen.

“Artinya, pasangan Khofifah –Emil Dardak belum bisa dipastikan kemungkinannya memenangkan pilkada Jawa Timur tahun 2018 ,Pasangan Saifullah Yusf -Abdullah Azwar Anas dan pasangan Simulasi La Nyalla punya potensi menang juga. Bahkan kemungkinan La Nyalla -Anang bisa melibas pasangan keduanya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan mulai tanggal 29 November sampai dengan 5 Desember 2017," kata Direktur Eksekutive INES, Chaerudin Affan, Kamis (14/12/2017).

Survey dilaksanakan di 38 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 29 Nov -5 Des tahun 2017. Peneliti menyebarkan 2.661 angket yang dibagi 659 Kecamatan di Jawa Timur. Para responden pada penelitian ini tersebar secara proposional sesuai prosentase jumlah DPT masing masing dalam 38 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur.

Data berasal dari laki-laki dan perempuan yang bekerja di sektor domestik atau publik, dengan aneka profesi dengan ragam pendidikan, ragam umur.Jumlah responden 2.604 (margin of error ± 1.9% pada tingkat kepercayaan 95%).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono