• News

  • Peristiwa

Tak Usung Mattalitti, Suara Gerindra Bisa Nyungsep di Jatim

La Nyalla Mattalitti.
Lensaindonesia
La Nyalla Mattalitti.

SURABAYA, NNC - KH Mustofa Qutby Badri, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawariyah Bululawang, Malang, ini kecewa berat karena Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum juga memutuskan mengusung La Nyalla Mattalitti dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang. Dia mengaku, bakal mengajak ulama-ulama lainnya guna menemui Prabowo guna memperjuangkan La Nyalla untuk bisa bertarung dalam Pilgub Jatim 2018.

Gus Mustofa Badri itu mengaku bingung dengan sikap Prabowo yang belum juga mengusung La Nyalla Mattalitti sebagai calon gubernur Jatim pada pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang.

“Ada apa ini seorang negarawan yang saya hormati seperti Pak Prabowo malah mengubah dukungan dan ragu terhadap sepak terjang Pak Nyalla. Harusnya, Gerindra juga membantu mencari partai pendukung lainnya,” kata Gus Mustofa Badri, Selasa (26/12/2017).

Prabowo pun diminta untuk tidak gegabah menentukan calon yang akan bertarung dalam Pilgub Jatim 2018.

Menurut Gus Mustafa Badri, Prabowo harus mengusung La Nyalla jika ingin maju dalam Pilpres 2019.Jika Prabowo salah memilih calon, sambung Gus Mustafa Badri, suaranya di Jatim terancam anjlok.

“Jatim itu merupakan baromoter di tanah air. Jika Prabowo salah dalam menentukan langkah, suara Gerindra dan Prabowo nanti bisa nyungsep di Jatim,” tambah Gus Mustafa Badri.

Menurut dia, La Nyalla merupakan tokoh besar di Jatim meski bukan dari kalangan pengurus Nahdlatul Ulama (NU). Gus Mustafa Badri menuturkan, La Nyalla mengakar dengan kultur Jatim.

”Beliau memang tidak masuk ke struktur NU. Namun, beliau lebih NU dari kebanyakan masyarakat Jatim. Beliau lebih njawani dari orang Jawa, beliau lebih ikhlas untuk Jawa Timur. Saya sudah membuktikan eksistensi Pak LNM di berbagai bidang. Pak La Nyalla paling cocok memimpin Jatim,” kata Gus Mustafa Badri.

Dijelaskan, kiai dan ulama di Jatim memiliki hubungan dekat dengan La Nyalla.

Menurut Gus Mustafa Badri, juga bisa menjadi solusi ketika suara NU terpecah karena ada dua kadernya yang maju Pilgub Jatim 2018. Yakni, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa.

“La Nyalla memiliki kompetensi dan sangat layak menjadi pemimpin di Jawa Timur. Beliau lebih mengakar dan sudah berbuat banyak di Jawa Timur. Bahkan, di luar dugaan saya setelah mengenal La Nyalla, saya baru tahu dan terkejut bahwa La Nyalla orang yang sangat baik dan sangat peduli dengan rakyat kecil,” kata Gus Mustafa Badri.

 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli