• News

  • Peristiwa

Mahar Fantastis Diminta Gerindra Jatim, La Nyalla Tempuh Jalur Hukum

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla M Mattaliti
NNC/Adiel Manafe
Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla M Mattaliti

JAKARTA, NNC - Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla M Mattaliti mengungkapkan, dirinya diminta uang Rp170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto pada Desember 2017 lalu, agar dirinya mendapat rekomendasi maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.

Menurutnya, uang tersebut diminta oleh Supriyanto lewat seorang pengusaha muslim TB Danil Hidayat yang kebetulan orang dekat sekaligus tim pemenangan La Nyalla.

La Nyalla menyebut telah memberikan Rp5,9 miliar. Selain itu, ia juga sudah menyiapkan cek sebesar Rp70 miliar, namun cek itu baru akan dicairkan jika ia telah direkomendasi maju sebagai cagub Jatim.

"Yang pasti saya sudah kasih keluar uang 5,9 saya juga sudah buka cek 70 miliar, sudah dibawa oleh ajudan saudara Daniel, sudah diserahkan ke Hambalang," kata La Nyalla di Kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

"Hambalang itu siapa saya nggak tahu. Pokoknya saya merasa sudah mengeluarkan, dan saya sudah sampaikan semua (cek) ini akan cair nanti kalau saya sudah resmi menjadi calon gubernur," sambungnya.

Namun setelah dirinya telah memberikan uang Rp5,9 miliar dan cek tersebut, mantan Ketua Umum PSSI ini tak kunjung direkomendasikan menjadi cagub Jatim. Justru, lanjut La Nyalla, dirinya diminta sesegera mungkin menyiapkan uang Rp170 miliar.

"Karena sudah lama tidak direkom-rekom, saudara Daniel menelepon dan sempat ketemu, ditanya, dia bilang siapkan Rp170 nanti akan diserahkan ke Bapak Prabowo (Ketua Umum Gerindra) langsung nanti persoalan PAN sudah beres," paparnya.

Atas kejadian ini, La Nyalla merasa ada aroma penipuan, sehingga ia akan menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur hukum. "Belum apa-apa kita sudah dimintai uang, ya nggak mau lah saya. Saya akan tuntut secara hukum," tutup La Nyalla.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono