• News

  • Peristiwa

Sebelum Panggil Prabowo, Bawaslu Tunggu Klarifikasi La Nyalla

Baliho bergambar Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti.
Lensaindonesia
Baliho bergambar Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti.

JAKARTA, NNC - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal memanggil Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto terkait dugaan permintaan mahar politik terhadap La Nyalla Mattalitti di Pilgub Jawa Timur.

Hal itu dikatakan Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Jakarta. Menurutnya, jika nanti ditemukan bukti maka Bawaslu akan memberikan sanksi, yaitu larangan partai dalam kancah politik.

"Begitu juga halnya (pemanggilan) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jika dugaan tersebut dinyatakan benar, partai yang bersangkutan bisa dilarang ikut putaran pilkada ataupun pilpres," kata Bagja di Jakarta, Sabtu (13/01/2018).

Selain pemanggilan terhadap Prabowo, Bawaslu, kata Bagja, juga akan memanggil La Nyalla guna mengkonfirmasi dugaan politik mahar. Ia menjelaskan surat pemanggilan kepada La Nyalla sudah dilayangkan.

"Kita tunggu dulu perkembangan klarifikasi dari La Nyalla, itu yang menentukan kami akan panggil Pak Prabowo atau tidak. Lewat bawaslu Jawa Timur, ia akan dikonfrontasi dan dikonfirmasi terkait pernyataannya yang menyebut adanya mahar politik dari pencalonannya sebagai Gubenur Jawa Timur," ujar Bagja.

Politik mahar diatur dalam Undang Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 47 Ayat 3. Di situ disebutkan, 'Jika partai atau calon terbukti menggunakan politik uang, sanksi diskualifikasi dan larangan mengikuti panggung politik akan dikenakan.

Dugaan adanya mahar politik saat mantan kader Partai Gerindra La Nyalla mencurahkan kekesalannya kepada Ketua Umum Prabowo Subianto yang meminta uang sebesar Rp 40 miliar.

La Nyalla tak memenuhinya, Prabowo kemudian disebut marah dan membatalkan pencalonan Nyalla.

La Nyalla mendapatkan surat mandat dari Prabowo pada 11 Desember lalu. Surat mandat tersebut berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember.

Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/ Pilkada/2017 itu dijelaskan bahwa nama La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses DPP Partai Gerindra. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Salah satu kelengkapan pemenangan, ucap La Nyalla, ia sempat diminta uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Uang itu digunakan untuk saksi dalam Pilkada Jatim.

Permintaan itu dilakukan saat La Nyalla melangsungkan pertemuan dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, Sabtu (10/12/2017), bertepatan dengan Gerindra mengumumkan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur Jawa Barat.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli