• News

  • Peristiwa

Kabar Prabowo Minta Rp40 Miliar dari La Nyalla, Lieus Terkejut dan Tak Percaya

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma
NNC/Adiel Manafe
Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma

JAKARTA, NNC - Usai penutupan pendaftaran pasangan calon gubernur/wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Jawa Timur, media massa mendadak  heboh dengan munculnya pengakuan La Nyalla Matalitti yang mengaku dimintai uang oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Tidak tanggung-tanggung, La Nyalla menyebut ia diminta uang Rp40 miliar oleh Prabowo, jika ingin direkomendasikan maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra.

Mendengar kabar tersebut, Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengaku terkejut dan tak percaya dengan pernyataan La Nyalla.

“Sebagai orang yang mengenal baik Pak Prabowo, saya tidak percaya dengan berita tersebut. Ini pasti ada miskomunikasi,” kata Lieus dalam siaran persnya yang diterima NNC, Minggu (14/1/2018).

Menurutnya, yang ia tahu Partai Gerindra memang memberi mandat kepada mantan Ketua Umum PSSI sebagai salah satu kader Partai Gerindra di Jawa Timur untuk menbangun koalisi dengan partai lain bagi pencalonannya.

“Tapi saya tidak percaya kalau Pak Prabowo sampai meminta mahar hingga 40 miliar. Kalaupun seorang calon diminta menyiapkan dana untuk membiayai proses pencalonannya, termasuk untuk kebutuhan logistik, kampanye dan saksi-saksi di TPS nanti, itu bisa saja. Tak ada yang salah soal itu,” ungkap Lieus.

Lagipula, lanjut Lieus, jika benar ada permintaan itu, uang sebesar Rp40 miliar untuk calon gubernur di propinsi seluas Jawa Timur masih terbilang kecil, dimana Jatim adalah salah satu propinsi terluas di Indonesia dengan puluhan kabupaten dan kota, sehingga uang Rp40 miliar itu tak cukup.

Karenanya, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini menangkap ada soal lain dari pernyataan La Nyalla tersebut. Apalagi sebagai kader partai, ia merasa apa yang disampaikan La Nyalla lewat media, sangat tidak elok.

"Sebagai orang yang mengaku kader partai, tidak seharusnya La Nyalla membeberkan soal ini ke publik. Masalah ini seharusnya bisa diklarifikasi di internal partai. Namun, dengan membukanya ke publik, justru kita menangkap ada agenda tersembunyi di balik pernyataan La Nyalla itu,” ujarnya.

Sebelumnya, La Nyalla M Mattaliti mengaku diminta uang Rp40 miliar oleh Prabowo Subianto, dan Rp170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto, untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

La Nyalla menyebut dirinya telah memberikan Rp5,9 miliar. Selain itu, ia juga sudah menyiapkan cek sebesar Rp70 miliar. Cek itu baru akan dicairkan jika ia telah direkomendasi maju sebagai cagub Jatim.

Meski sudah memberikan sejumlah uang, La Nyalla tak kunjung direkomendasikan. Justru Partai Gerindra mendukung Gubernur Saifulah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno Putri di Pilkada Jatim 2018.

Kejadian ini membuat La Nyalla kecewa dan memutuskan mengundurkan diri dari Partai Gerindra, serta menyatakan tidak akan mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

"Mohon maaf saya orang b*go kalau masih mau mendukung Prabowo. Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Balasannya dia sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra," kata La Nyalla di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono