• News

  • Peristiwa

Soal La Nyalla, Lieus: Ini Upaya Pembunuhan Karakter Prabowo

La Nyalla Mahmud Mattalitti
NNC/Adiel Manafe
La Nyalla Mahmud Mattalitti

JAKARTA, NNC - Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma ikut mengomentari pernyataan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mengaku diminta uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra.

Menurut Lieus, La Nyalla sebagai kader partai seharusnya lebih dulu mengklarifikasi masalah tersebut ke Gerindra dan bukan disampaikan lewat media, karena cara demikian  sangat tak elok dan tidak sehat bagi bangunan politik Indonesia.

“Ini menyangkut fatsun politik. Moral politik kita dalam berdemokrasi. Seharusnya, sebagai kader, La Nyala mengklarifikasi dan menyelesaikan persoalannya secara internal kepartaian saja,” kata Lieus dalam siaran persnya yang diterima NNC, Minggu (14/1/2018).

Pasalnya, dengan La Nyalla membeberkan persoalan ini ke publik, lanjut Lieus, dapat menimbulkan dugaan adanya agenda terselubung untuk membunuh karakter dan menggerus kredibilitas Prabowo yang digadang-gadangkan akan maju di Pilpres 2019 mendatang.

“Saya bukan orang Partai Gerindra. Tapi dengan membeberkannya ke publik, kita melihat ada agenda terselubung di balik semua ini. Bisa jadi ini sengaja dilontarkan sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap Pak Prabowo Subianto,” ungkapnya.

“Dan semua orang tau kalau pak Prabowo diharapkan maju sebagai calon Presiden pada Pemilu 2019. Jadi, dengan munculnya berita seperti ini, kredibilitas pak Prabowo coba dijatuhkan,” sambung Lieus.

Terlepas dari dugaan adanya pembunuhan karakter ini, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu mengaku terkejut dan tak percaya jika Prabowo meminta uang Rp40 miliar dari La Nyalla.

“Sebagai orang yang mengenal baik Pak Prabowo, saya tidak percaya kalau Pak Prabowo sampai meminta mahar hingga 40 miliar. Ini pasti ada miskomunikasi,” ujar Lieus.

"Kalaupun seorang calon diminta menyiapkan dana untuk membiayai proses pencalonannya, termasuk untuk kebutuhan logistik, kampanye dan saksi-saksi di TPS nanti, itu bisa saja. Tak ada yang salah soal itu,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono