• News

  • Peristiwa

La Nyalla Bicara Mahar, Dhani: Buat Ahok Konon Mencapai Rp100 Miliar

Ahamda Dhani dan Prabowo
RMOL
Ahamda Dhani dan Prabowo

JAKARTA, NNC - Beberapa hari terakhir, publik dihebohkan pengakuan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mengaku dimintai uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

Ramainya pemberitaan soal dugaan adanya mahar politik dalam proses pencalonan untuk Pilkada Jatim ini, membuat musisi yang juga politisi Ahmad Dhani ikut berkomentar.

Dhani mengisahkan bagaimana pengalaman dia yang sempat menjadi bakal calon wakil gubernur untuk Pilkada DKI 2017 lalu. Kemudian ia juga menyinggung soal bagaimana Gerindra mengusung Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2012.

"Dulu jaman Jokowi - Ahok 2012 enak, dibiayain Keluarga Hasyim Joyohadikusumo (Adik Prabowo). Tanya saja ke Jokowi Ahok! Setelah Ahok berkhianat, THE THINGS IS NEVER BE THE SAME AGAIN. Keluarga Hasyim kapok di khianati," ungkap Dhani.

"Buat Ahok mungkin lebih Spektakuker Harga nya (konon mencapai 100 Miliar). Kesimpulannya, untuk jadi pemimpin daerah memang ada biayanya. Apalagi dua besar DKI dan JATIM, PASTI SPEKTAKUKER BIAYA POLITIK NYA," ujar suami Mulan Jameela itu.

Berikut komentar lengkap Dhani soal mahar politik, dikutip NNC dari akun Facebooknya, Minggu (14/1/2018).

BUAT SAYA, TIDAK DI KENAL KATA MAHAR
By AhmadDhani

Pada pertengahan 2016,
Ketika PKB DKI meminta saya
untuk ikut bertarung di DKI
( saya tidak pernah meminta jabatan )

Well, SAYA DI KASI 6 KURSI PKB DKI GRATIS!!! Tanpa di pungut biaya sepecer pun...

Itulah KENANGAN TERINDAH SAYA BERSAMA PKB

Karena hanya 6 Kursi , tentunya jatah nya cuma jadi CALON WAKIL GUBERNUR DKI

Modal saya ini saya bawa ke Jenderal Prabowo untuk di pertimbangkan saya sebagai CAWAGUB dari PKB untuk mendampingi CAGUB dari GERINDRA.

Setelah pertemuan di Dharmawangsa Hotel , di situ saya baru tau ternyata PILKADA itu biayanya mahal...terutama untuk uang saksi. Apalagi ini DKI dengan APBD tertinggi di Indonesia.
Dan biaya politik itu harus di tanggung CAGUB dan CAWAGUB sekarang...

Dulu jaman *Jokowi Ahok 2012 enak , di biayain Keluarga Hasyim Joyohadikusumo

Tanya aja ke Jokowi Ahok!

Setelah Ahok berkhianat,
THE THINGS IS NEVER BE THE SAME AGAIN. Keluarga Hasyim kapok di khianati.

Tentunya saya mundur secara perlahan... saya tidak punya boghir untuk biaya i saksi saya di TPS.

Anyway terima kasih PKB yang sudah memberikan 6 Kursinya Gratis.

Buat Ahok mungkin lebih Spektakuker Harga nya.
( konon mencapai 100 Milyar )

Bahkan ketika PKS melamar saya untuk jadi CaWaBub di Kab Bekasi, saya malah di tawari rejeki yang saya sulit menolak nya . Bukan malah harus bayar MAHAR.

Sekali lagi saya tegaskan , SAYA TIDAK PERNAH MINTA JABATAN!!!.

Di 2018 saya di tawari jadi Calon Walikota dan Calon Wakil Gubernur...
pikir punya pikir... saya mau nikmatin anak anak saya yang baru SHAFEEA dan AIRLANGGA dulu...Enak hidup bareng Keluarga tiap hari.

Kesimpulan nya , untuk jadi Pemimpin Daerah memang ada biaya nya...Apalagi dua besar DKI dan JATIM ... PASTI SPEKTAKUKER BIAYA POLITIK NYA.

Gus Ipul sudah 10 Tahun kumpulin biaya nya Untuk Khofifah , kita semua tau siapa di belakang nya.

So... THERE IS NO SUCH A FREE LUNCH...

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono