• News

  • Peristiwa

Proses SNMPTN Beri Peluang Unimed Dapatkan Siswa Berprestasi

Seleksi ujian masuk di perguruan tinggi.
Ujian SMA
Seleksi ujian masuk di perguruan tinggi.

MEDAN, NNC - Proses Seleksi Nasonal Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2018, memberikan peluang kepada Universitas Negeri Medan untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi.

Wakil Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Abdul Hamid K, MPd, di Medan, Minggu (28/1/2018), mengatakan, siswa yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya di SMA sederajat layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Menurut dia, dalam kerangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN.

"Dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru merupakan pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran, serta bagian prinsip pendidikan karakter," ujar Hamid.

Ia menyebutkan, sekolah berkewajiban mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar, serta mendukung siswa dalam proses mendaftar.

PDSS merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa yang dijadikan sumber utama data SNMPTN.

"Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi siswa pada PDSS," ucap Ketua Panitia Penermaan SNMPTN itu.

Hamid mengatakan, siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memiliki prestasi unggul, dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS.

Jadwal SNMPTN 2018, yakni pengisian dan Verifikasi PDSS, 13 Januari hingga 10 Februari, pendaftaran SNMPTN, 21 Februari hingga 6 Maret, pengumuman Hasil Seleksi , 17 April, dan Pendaftaran ulang peserta yang lulus di PTN masing-masing, 8 Mei 2018 (Bersamaan dengan ujian Tertulis SBMPTN).

"Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) kelas terakhir pada tahun 2018 yang memenuhi persyaratan," kata Wakil Rektor I Unimed itu, dilansir dari laman Antara.

Unimed juga akan menampung sebanyak 30 persen mahasiswa bidik misi dari kuota 5.500 jumlah mahasiswa yang diterima pada SNMPTN Tahun 2018.

Mahasiswa bidik misi itu, merupakan siswa dari SLTA yang memiliki nilai akademik yang cukup bagus.

Namun, pelajar SLTA itu, dianggap tidak mampu dari segi finansial untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Pemerintah melalui Kemenristekdikti dan PTN tetap akan memperhatikan siswa SLTA yang memiliki prestasi untuk dapat diterima pada SNMPTN.

Editor : Lince Eppang