• News

  • Peristiwa

Akan Polisikan Putri Soekarno soal Puisi, PA 212: Ancaman 5 Tahun Penjara

Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Chaidir Bamukmin.
Istimewa
Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Chaidir Bamukmin.

JAKARTA, NNC - Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Chaidir Bamukmin menilai, puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' yang menyinggung soal syariat Islam, azan, dan cadar, telah menghina Islam dan Pancasila.

"Islam sangat menerima dan menghargai adat dan seni selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam, akan tetapi kalau seni sudah menghinakan Islam, maka hukum Islam, adat dan hukum positif harus ditegakan," kata Habib Novel kepada NNC, Selasa (3/4/2018).

Karena itu, Habib Novel menyebut, PA 212 akan melaporkan putri Presiden ke-1 Soekarno itu ke Mabes Polri, pada Rabu (3/4/2018) besok. Ia menyebut Pasal yang digunakan untuk menjerat Sukmawati yakni Pasal 156a KUHP.

"Insya Allah PA 212 besok akan Ahok-kan Bu Sukmawati ke Mabes Polri. Karena telah menghina agama Islam dan Pancasila dan akan kita jerat dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara," tegas tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

Adapun Pasal 156a KUHP berbunyi, "Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia".

Sebelumnya, puisi 'Ibu Indonesia' dibacakan Sukmawati Soekarnoputri  dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018. Video pembacaan puisi itu lalu beredar di media sosial dan ramai dibicarakan warganet (netizen).

Berikut isi puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia.'

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian