• News

  • Peristiwa

Jumlah Korban Keracunan Keong Sawah Bertambah, Pemkot Bogor Tetapkan KLB

Korban keracuna dirawat di berbagai rumah sakit
okezone
Korban keracuna dirawat di berbagai rumah sakit

JAKARTA, NNC - Jumlah korban keracunan yang menimpa warga di Kampung Sawah  RT 01,RW 07, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat terus bertambah akibat menyantap makanan olahan tutut (keong sawah) yang dijual di warung sekitar saat buka puasa, Jumat (25/05/18) malam terus bertambah.

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat akhirnya menetapkan kasus keracunan massal yang dialami warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara usai memakan tutut (keong sawah) sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Tercatat ada 85 orang warga yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit, seperti RS BMC, PMI, RS Mulia, dan Puskesmas Tegal Gundil. "Kita pastikan semua warga yang terkena dampak mendapat perawatan," ucap Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, di Bogor, Sabtu (26/5/2018).

Menurut dia, kejadiannya masif, penyebabnya diperkirakan sama dari makanan tutut. Keracunan makanan dialami warga di tiga rukun tertangga yakni, RT 01, 02, dan 05 di RW 07, Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru.

Umumnya para korban mengeluhkan ciri-ciri seperti keracunan makanan meliputi mual, muntah, dan kepala pusing sehingga membutuhkan penanganan medis. Korban didominasi anak-anak.

"Kita tetapkan status KLB, yang terpenting semua korban diatasi semua," ujar dia.

Untuk mengetahui penyebab pasti keracunan,  sampel makanan tutut yang dikonsumsi warga, dan "rental rectal swab" telah dikirim ke laboratorium Labkesda Dinas Kesehatan dan Provinsi.

Kepala Puskesmas Bogor Utara, dr Oki Kurniawan mengatakan, warga positif mengalami keracunan akibat bakteri. Tetapi jenis bakteri apa yang terkandung masih dalam analisa di laboratorium.

"Bisa e.coly, atau bisa lebih bakteri lebih parah lagi. Karena dilihat masa inkubasinya mencapai 24 jam setelah mengkonsumsi tutut, timbul gejala deman, mual, muntah dan diare," kata Oki dilansir Antara.

Oki menambahkan, kejadian keracunan massal ini baru pertama kali terjadi, dan langsung mengenai masyarakat dalam jumlah banyak mencapai 85 orang, sehingga Kepala Dinas Kesehatan dan Plt Wali Kota Bogor menetapkan status KLB.

Kasus dugaan keracunan ini pun juga sudah ditangani oleh Polresta Bogor Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Puwanto mengatakan, pihaknya sudah mengamankan dua orang penjual dan pembuat makanan tutut berinisial J dan S untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Editor : Wulandari Saptono